- Memilih lagu sesuai mood ternyata berkaitan dengan cara kita mengatur emosi.
- Kita nggak selalu mencari lagu ceria saat sedang sedih.
- Musik bisa dipakai untuk menjaga, mengubah, atau menyalurkan suasana hati.
Jakarta: Pernah nggak, lagi happy langsung pengen denger lagu yang upbeat, tapi pas mood lagi berantakan malah buka playlist mellow? Padahal ada banyak lagu ceria, tapi kok rasanya nggak masuk aja?
Ternyata, kebiasaan bikin playlist berdasarkan mood bukan sekadar karena selera musik. Ada alasan psikologis di baliknya.

(Membuat playlist sesuai mood bisa menjadi salah satu cara untuk mengatur moodi. Foto: AI Generated)
Kita memang cenderung pilih lagu sesuai perasaan
Penelitian berjudul Emotion regulation through listening to music in everyday situations yang ditulis Myriam V. Thoma, Stefan Ryf, Changiz Mohiyeddini, Ulrike Ehlert, dan Urs M. Nater dalam jurnal Cognition and Emotion melihat bagaimana orang menggunakan musik untuk mengatur emosi dalam keseharian.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang cenderung memilih musik yang emosinya sesuai dengan apa yang sedang dirasakan. Fenomena ini disebut emotion-congruent music selection.
Makanya, saat lagi sedih, kita nggak selalu pengen langsung denger lagu ceria. Lagu mellow malah bisa terasa lebih pas karena suasananya seperti “ngerti” apa yang lagi kita rasakan.
Musik ternyata punya banyak fungsi
Hal ini juga nyambung dengan penelitian The psychological functions of music listening oleh Thomas Schäfer, Peter Sedlmeier, Christine Städtler, dan David Huron yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology.
Para peneliti mengidentifikasi berbagai fungsi musik dan mengujinya kepada 834 responden. Hasilnya, ada tiga fungsi utama yang paling menonjol, yaitu membantu mengatur mood dan tingkat energi, meningkatkan kesadaran diri, serta mendukung hubungan sosial.
Jadi, playlist “morning boost”, “sad girl hours”, “gym”, sampai “late night thoughts” sebenarnya nggak random. Kita bisa memilih lagu bukan cuma karena enak didengar, tapi karena pengen mendapatkan suasana tertentu.
Misalnya, pas butuh semangat, kita cenderung mencari musik yang bikin energi naik. Sebaliknya, ketika kepala lagi penuh, lagu yang lebih tenang bisa terasa lebih cocok.
Playlist bisa jadi cara mengatur mood
Nah, ini juga yang bikin playlist terasa personal. Lagu yang cocok buat nemenin perjalanan belum tentu pas buat didengerin sebelum tidur. Begitu juga lagu yang biasanya bikin happy bisa terasa kurang cocok saat kita lagi pengen menyendiri.
Artinya, playlist berdasarkan mood bisa menjadi salah satu cara kita berinteraksi dengan emosi sendiri. Kita bisa memilih lagu untuk mempertahankan mood yang lagi enak, memahami perasaan yang sedang muncul, atau perlahan mengubah suasana hati.
Jadi, kalau playlist kamu punya kategori mulai dari “lagi bahagia”, “butuh healing”, sampai “jangan ganggu dulu”, nggak usah merasa random. Bisa jadi, tanpa sadar, kamu memang lagi mencari lagu yang paling cocok dengan isi kepala dan hati saat itu.
Desi I.
(FIR)