FAMILY

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Sinyal Gangguan Mental pada Anak yang Sering Terlewat

A. Firdaus
Rabu 22 Juli 2026 / 08:24
Ringkasnya gini..
  • Orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan membangun komunikasi yang terbuka di rumah.
  • Kesehatan mental pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga mudah terlewat.
  • Pentingnya menjaga komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak
Jakarta: Perubahan perilaku pada anak dan remaja kerap dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Padahal, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan mental yang membutuhkan perhatian sejak dini.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Angga Wirahmadi, Sp.A., Subsp.T.K.P.S.(K), mengingatkan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan membangun komunikasi yang terbuka di rumah.

Menurut dr. Angga, gangguan kesehatan mental pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga mudah terlewat.
 

"Gejala ini sering dianggap perubahan perilaku biasa pada remaja, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan mental," ujar dr. Angga dalam webinar yang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, salah satu gangguan yang kerap dialami anak dan remaja adalah depresi. Kondisi ini dapat ditandai dengan berkurangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, nafsu makan menurun, hingga muncul perasaan tidak berharga.

Selain depresi, gangguan kecemasan juga cukup sering ditemukan. Tanda-tandanya antara lain rasa khawatir yang berlebihan, gelisah, sulit tidur, hingga keluhan fisik seperti sakit perut yang muncul tanpa penyebab yang jelas.
 

Jangan ragu periksa ke tenaga kesehatan


Apabila orang tua melihat tanda-tanda tersebut berlangsung dalam waktu tertentu dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari anak, dr. Angga menyarankan agar segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan deteksi dini.

Menurutnya, penanganan sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.

Selain mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan, orang tua juga memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan anak. Hal itu dapat dilakukan dengan membiasakan pola makan bergizi seimbang, mendorong anak aktif berolahraga, serta menciptakan lingkungan yang aman dari kekerasan fisik, psikologis, maupun seksual.

Pada remaja, orang tua juga perlu memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi sesuai usia, sekaligus mencegah anak mulai merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol.
 

Bangun komunikasi agar anak mau bercerita


Tak kalah penting, dr. Angga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Dengan hubungan yang terbuka, anak akan lebih mudah menyampaikan perasaan maupun masalah yang sedang dihadapi.

Ia juga mendorong anak dan remaja untuk tetap aktif mengikuti kegiatan positif, seperti berorganisasi di sekolah, mengembangkan hobi, atau rutin berolahraga karena aktivitas tersebut dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Kepada anak-anak dan remaja, dr. Angga berpesan agar tidak memendam masalah sendirian. Jika sedang menghadapi kesulitan atau merasa tertekan, mereka dianjurkan untuk bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya sehingga bisa mendapatkan dukungan dan bantuan lebih awal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH