FAMILY
Kebiasaan Sehat Sejak Dini Jadi Bekal Anak Tumbuh Aktif dan Cerdas
A. Firdaus
Selasa 01 September 2026 / 16:10
- Program Anak KAO – Sekolah Sehat 2026 memasuki tahun ke-10 dan menyasar lebih dari 11 ribu siswa untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan.
- Edukasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan diri.
- Kebiasaan hidup bersih dan sehat yang ditanamkan sejak dini akan lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas anak hingga dewasa.
Jakarta: Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu dikenalkan sejak anak masih duduk di bangku sekolah. Hal ini yang coba didorong melalui program Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2026 yang tahun ini menyasar lebih dari 11 ribu siswa.
Program yang memasuki tahun ke-10 tersebut resmi dimulai melalui kick off di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2026.
Anak KAO, Sekolah Sehat 2026 akan menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., mengatakan pembiasaan hidup bersih dan sehat menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Generasi muda adalah generasi emas dan menjadi kunci utama dalam kemajuan bangsa sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Maulani di hadapan peserta didik.
Menurutnya, anak-anak memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia. Karena itu, mereka perlu didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kreatif, sekaligus memiliki kebiasaan hidup sehat.
Ia menilai program Anak KAO dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan pembiasaan hidup bersih dan sehat kepada peserta didik.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan pilar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini menjadi salah satu fokus Kemendikdasmen.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, diperluas, diimbaskan, serta direplikasi ke satuan pendidikan lainnya sehingga praktik baik yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik dan ekosistem pendidikan,” katanya.
Dukungan terhadap edukasi hidup bersih dan sehat juga datang dari Kementerian Kesehatan.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kemenkes RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM., mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), khususnya di lingkungan sekolah.
Menurut dr. Niken, kebiasaan hidup bersih dan sehat yang ditanamkan sejak dini akan lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas anak hingga dewasa.
“Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa,” jelasnya.
Edukasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan diri. Anak-anak juga diajak memahami pentingnya berolahraga dan melakukan aktivitas fisik, mencuci tangan menggunakan sabun, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kemenkes bersama Puskesmas setempat juga berupaya memberikan penguatan TRIAS UKS (Upaya Kesehatan Sekolah) melalui kegiatan edukasi.
“Melalui edukasi ini tentunya diharapkan anak-anak dapat menambah ilmu dan pemahaman yang lebih baik sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang bersih, sehat, dan cerdas,” ujar Niken.
Memasuki tahun ke-10, program Anak KAO tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan. Tahun ini, siswa juga diajak membangun kebiasaan memilah sampah kemasan bekas pakai.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan waste point dengan mengusung semangat Anak KAO Bijak Sampah.
Program ini diharapkan dapat membuat anak lebih terbiasa memperhatikan sampah yang mereka hasilkan dan memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Tak berhenti di sana, sejumlah siswa perwakilan sekolah juga akan dipilih menjadi Duta Anak KAO.
Para siswa tersebut nantinya diajak mengikuti berbagai tantangan sekaligus berperan sebagai agen perubahan atau agent of change di lingkungan sekolahnya.
Selama satu dekade, Kao Indonesia menyatakan terus menjalankan program Anak KAO sebagai bagian dari upaya mendukung generasi muda Indonesia yang bersih, sehat, cerdas, berkarakter, sekaligus peduli terhadap lingkungan.
Shoichi, perwakilan Kao Indonesia, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari semangat Kirei Lifestyle Innovation, yang menjadi landasan komitmen keberlanjutan perusahaan.
“Upaya menanamkan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat Kirei Lifestyle Innovation,” kata Shoichi.
Menurutnya, edukasi melalui Anak KAO diharapkan tidak hanya membangun kesadaran mengenai kebersihan dan kesehatan diri, tetapi juga menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan.
“Kami percaya bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Program Anak KAO, Sekolah Sehat 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi tahunan. Dengan melibatkan sekolah, pemerintah, dan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi semakin banyak anak Indonesia.
(FIR)
Program yang memasuki tahun ke-10 tersebut resmi dimulai melalui kick off di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2026.
Anak KAO, Sekolah Sehat 2026 akan menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., mengatakan pembiasaan hidup bersih dan sehat menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Generasi muda adalah generasi emas dan menjadi kunci utama dalam kemajuan bangsa sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Maulani di hadapan peserta didik.
Menurutnya, anak-anak memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia. Karena itu, mereka perlu didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kreatif, sekaligus memiliki kebiasaan hidup sehat.
Ia menilai program Anak KAO dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan pembiasaan hidup bersih dan sehat kepada peserta didik.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan pilar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini menjadi salah satu fokus Kemendikdasmen.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, diperluas, diimbaskan, serta direplikasi ke satuan pendidikan lainnya sehingga praktik baik yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik dan ekosistem pendidikan,” katanya.
Tidak Sekadar Cuci Tangan
Dukungan terhadap edukasi hidup bersih dan sehat juga datang dari Kementerian Kesehatan.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kemenkes RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM., mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), khususnya di lingkungan sekolah.
Menurut dr. Niken, kebiasaan hidup bersih dan sehat yang ditanamkan sejak dini akan lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas anak hingga dewasa.
“Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa,” jelasnya.
Edukasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan diri. Anak-anak juga diajak memahami pentingnya berolahraga dan melakukan aktivitas fisik, mencuci tangan menggunakan sabun, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kemenkes bersama Puskesmas setempat juga berupaya memberikan penguatan TRIAS UKS (Upaya Kesehatan Sekolah) melalui kegiatan edukasi.
“Melalui edukasi ini tentunya diharapkan anak-anak dapat menambah ilmu dan pemahaman yang lebih baik sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang bersih, sehat, dan cerdas,” ujar Niken.
Ada Misi Jadi Anak Bijak Sampah
Memasuki tahun ke-10, program Anak KAO tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan. Tahun ini, siswa juga diajak membangun kebiasaan memilah sampah kemasan bekas pakai.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan waste point dengan mengusung semangat Anak KAO Bijak Sampah.
Program ini diharapkan dapat membuat anak lebih terbiasa memperhatikan sampah yang mereka hasilkan dan memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Tak berhenti di sana, sejumlah siswa perwakilan sekolah juga akan dipilih menjadi Duta Anak KAO.
Para siswa tersebut nantinya diajak mengikuti berbagai tantangan sekaligus berperan sebagai agen perubahan atau agent of change di lingkungan sekolahnya.
Selama satu dekade, Kao Indonesia menyatakan terus menjalankan program Anak KAO sebagai bagian dari upaya mendukung generasi muda Indonesia yang bersih, sehat, cerdas, berkarakter, sekaligus peduli terhadap lingkungan.
Shoichi, perwakilan Kao Indonesia, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari semangat Kirei Lifestyle Innovation, yang menjadi landasan komitmen keberlanjutan perusahaan.
“Upaya menanamkan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat Kirei Lifestyle Innovation,” kata Shoichi.
Menurutnya, edukasi melalui Anak KAO diharapkan tidak hanya membangun kesadaran mengenai kebersihan dan kesehatan diri, tetapi juga menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan.
“Kami percaya bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Program Anak KAO, Sekolah Sehat 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi tahunan. Dengan melibatkan sekolah, pemerintah, dan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi semakin banyak anak Indonesia.
(FIR)