FAMILY

Anak Sedih? Begini Moms Cara Memvalidasi Emosinya Menurut Ahli

Yuni Yuli Yanti
Selasa 19 Juli 2022 / 10:00
Jakarta: "Udah berhenti nangisnya, kamu gak kenapa-napa!", "Duh, jangan nangis terus dong Nak!" Tanpa sadar mungkin beberapa Moms pernah mengatakan beberapa kalimat seperti itu untuk menghentikan tangisan si kecil.

Alih-alih, membuat mereka agar merasa tenang, perkataan tersebut justru bikin anak makin sedih atau bahkan bisa jadi makin histeris menangisnya ya!

Menurut Audrey Susanto,M.Psi.,MSc.,Psi, kalau anak lagi sedih, artinya emosi si anak butuh untuk divalidasi. "Jika orang tua melarang anak untuk menangis, itu artinya orang tua tidak memvalidasi emosinya," tuturnya. 

Perlu diketahui, validasi emosi adalah proses mengakui, memahami dan menerima emosi yang dirasakan seseorang baik itu orang lain maupun diri sendiri. Ingat, validasi emosi bukan berarti setuju dengan perasaan mereka. Tetapi, mengakui bahwa emosi tersebut benar-benar valid dirasakan seseorang.

"Coba ibu refleksikan deh, ketika sedang sedih ataupun menangis, tiba tiba ada yang bilang “udah deh, jangan nangis lagi!” Apakah ibu jadi lebih tenang mendengar perkataan itu? Tentu tidak ya! Begitu pula dengan anak. Mereka masih perlu belajar meregulasi emosinya," ungkap Audrey. 


(Orang tua perlu menyadari emosi yang anak rasakan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Nah, untuk memvalidasi emosi anak, Audrey memberikan beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua melalui unggahan video di akun Instagramnya berikut ini:
 

Sadari

Jangan mengabaikan anak atau pura-pura enggak tahu ketika anak sedang sedih. Sadari dan tunjukkan pada anak bahwa kita mengetahui hal ini terjadi. Katakan "Ibu lihat tadi kamu jatuh ya," misalnya. 
 

Akui

Akui bahwa apa yang anak rasakan adalah wajar dan bantu anak identifikasi apa pemicu dari emosinya. Kalau anak sudah bisa kenali sendiri apa yang dirasakan, orang tua bisa mendengarkan saja. Namun, jika anak masih terlalu kecil, maka bantu anak melabeli emosinya. Mungkin Moms bisa mengatakan "Kamu cemas ya karena hari ini pertama kali masuk ke sekolah baru."
 

Temani

Temani dan dampingi anak saat menghadapi emosi negatif. Tunjukkan pada anak bahwa ibu ada disini dan menemaninya. Beritahu bahwa anak enggak perlu menghadapi emosi negatifnya sendirian.


(yyy)

MOST SEARCH