FAMILY
Bumil Sering Kembung dan Sendawa? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
A. Firdaus
Jumat 29 Mei 2026 / 13:56
- Pertumbuhan janin membuat ruang di area perut menjadi semakin sempit.
- Gejala seperti sendawa berlebihan, perut bergas, hingga heartburn menjadi lebih sering muncul selama masa kehamilan.
- Ibu hamil disarankan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.
Jakarta: Perubahan tubuh selama kehamilan bukan hanya terlihat dari perut yang semakin membesar, tetapi juga memengaruhi sistem pencernaan.
Banyak ibu hamil mengeluhkan perut terasa penuh, mudah kembung, sering sendawa, hingga muncul gas berlebih, terutama saat memasuki trimester pertama dan trimester ketiga.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, karena tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon dan perkembangan janin di dalam kandungan.
Dilansir dari Parents, menurut Sheri Bayles, RN, seorang ahli persalinan yang berbasis di Kota New York, pertumbuhan janin membuat ruang di area perut menjadi semakin sempit.
“Usus kamu menjadi sesak, dan pencernaan mungkin menjadi lebih tidak teratur, sehingga kamu merasa kembung dan penuh gas,” kata Sheri Bayles.
Selain tekanan pada area perut, hormon kehamilan juga ikut memengaruhi kerja saluran pencernaan. Akibatnya, gejala seperti sendawa berlebihan, perut bergas, hingga heartburn menjadi lebih sering muncul selama masa kehamilan.
Perubahan pola makan selama hamil juga dapat memperburuk kondisi tersebut, terutama jika sering mengonsumsi makanan tertentu yang memicu gas.
Beberapa jenis makanan dan minuman, yang kerap menyebabkan perut semakin kembung antara lain minuman bersoda, sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis Brussel, dan kubis, produk susu, makanan pedas, hingga biji-bijian utuh.
Untuk membantu meredakan gejala, ibu hamil disarankan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.
Selain itu, aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama sekitar 20 menit setelah makan malam, juga dapat membantu memperlancar pencernaan dan mengurangi gas di perut, selama tidak memiliki batasan olahraga dari tenaga kesehatan.
Jika gangguan pencernaan atau heartburn sering muncul pada malam hari, posisi tidur juga bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Tidur dengan kepala ditopang bantal tambahan atau posisi kaki sedikit lebih tinggi, dapat membantu mengurangi tekanan pada usus sehingga pencernaan terasa lebih lancar.
Namun jika berbagai cara tersebut belum membantu dan keluhan terasa semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah diperlukan obat anti-gas, yang aman selama kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Banyak ibu hamil mengeluhkan perut terasa penuh, mudah kembung, sering sendawa, hingga muncul gas berlebih, terutama saat memasuki trimester pertama dan trimester ketiga.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, karena tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan hormon dan perkembangan janin di dalam kandungan.
Dilansir dari Parents, menurut Sheri Bayles, RN, seorang ahli persalinan yang berbasis di Kota New York, pertumbuhan janin membuat ruang di area perut menjadi semakin sempit.
“Usus kamu menjadi sesak, dan pencernaan mungkin menjadi lebih tidak teratur, sehingga kamu merasa kembung dan penuh gas,” kata Sheri Bayles.
Selain tekanan pada area perut, hormon kehamilan juga ikut memengaruhi kerja saluran pencernaan. Akibatnya, gejala seperti sendawa berlebihan, perut bergas, hingga heartburn menjadi lebih sering muncul selama masa kehamilan.
Perubahan pola makan selama hamil juga dapat memperburuk kondisi tersebut, terutama jika sering mengonsumsi makanan tertentu yang memicu gas.
Beberapa jenis makanan dan minuman, yang kerap menyebabkan perut semakin kembung antara lain minuman bersoda, sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis Brussel, dan kubis, produk susu, makanan pedas, hingga biji-bijian utuh.
Untuk membantu meredakan gejala, ibu hamil disarankan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.
Selain itu, aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama sekitar 20 menit setelah makan malam, juga dapat membantu memperlancar pencernaan dan mengurangi gas di perut, selama tidak memiliki batasan olahraga dari tenaga kesehatan.
Jika gangguan pencernaan atau heartburn sering muncul pada malam hari, posisi tidur juga bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Tidur dengan kepala ditopang bantal tambahan atau posisi kaki sedikit lebih tinggi, dapat membantu mengurangi tekanan pada usus sehingga pencernaan terasa lebih lancar.
Namun jika berbagai cara tersebut belum membantu dan keluhan terasa semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah diperlukan obat anti-gas, yang aman selama kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)