FAMILY

5 Permainan Tradisional Anak yang Bisa Dilakukan di Rumah, Beserta Manfaatnya

Raka Lestari
Jumat 23 Juli 2021 / 15:06
Jakarta: Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Akan tetapi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa selama masa pandemi covid-19 terjadi peningkatan penggunaan gawai pada anak-anak.

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran jika anak-anak bisa sampai kecanduan gawai. Kecanduan gawai sendiri bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak.

Untuk itu, orang tua bisa mengajarkan anak-anak permainan tradisional sebagai alternatif dari penggunaan gawai di rumah. Beberapa permainan tradisional yang bisa dilakukan adalah:
 

1. Dampu sir atau engklek


Permainan ini bertujuan untuk melatih ketepatan dan juga ketangkasan. Di sini si pemain akan melempar sebuah benda, yang biasanya berasal dari pecahan genteng atau pecahan eternit atap rumah ke petak dampu yang ada di tanah. 

Setidaknya ada 10 petak, yang akan menjadi tanda atau level si pemain. Bagi yang lebih dulu sampai ke petak 10, maka ia akan menjadi pemenang.

Permainan ini bisa kamu lakukan di rumah dengan anak. Tanah yang semestinya menjadi alas, bisa diganti menggunakan ubin atau keramik. Jadi kamu enggak perlu membuat petaknya.
 

2. ABC lima jari


Permainan ini bisa menjadi cara untuk meningkatkan kecerdasan anak. Dalam permainan ini, orang tua bisa ikut bermain dengan anak.

Cara memainkannya, yaitu dengan menyumbangkan jari untuk menentukan huruf terlebih dahulu. Setelah jari terkumpul, mulailah menghitung sesuai abjad sampai jari terakhir. Abjad pada jari terakhir, akan menunjukkan huruf yang akan digunakan untuk bermain.

Setelah itu, pemain harus dengan cepat dan benar menyebutkan satu kata yang menjadi kesepakatan. Pemain yang kalah adalah mereka yang paling terakhir menyebutkan kata yang diminta.
 

3. Petak umpet


Untuk memainkan permainan ini, dibutuhkan minimal dua orang. Orang pertama akan jadi penjaga dan mencari orang kedua yang bersembunyi.



Setelah penjaga menghitung hingga 10, dia akan mencari orang kedua yang bersembunyi. Jika si penjaga lengah, maka orang kedua segera ke tempat penjaga tadi dan berteriak pong. Sebaliknya, jika penjaga berhasil menemukan orang kedua yang bersembunyi, maka si penjaga yang akan menjadi pemenang.
 

4. Lompat tali karet


Permainan tradisional lainnya adalah lompat tali karet. Tali yang menggunakan karet ini disambung satu persatu sehingga menjadi panjang.

Setelah itu, ujung karet diikat dan siap digunakan untuk bermain lompat tali. Permainan ini biasanya dimainkan oleh lebih dari dua orang dan ada dua orang yang akan bertugas memegang tali.



Namun jika tidak ada yang ingin memegang tali, bisa diikatkan pada tiang rumah atau pohon. Cara bermainnya yaitu, tali ditaruh mulai dari paling bawah lalu lompat, dan seterusnya hingga tali sampai ditaruh di atas kepala.

Jika tidak bisa melompat, harus diulang lagi dari level terbawah. Maka sang pelompat akan memegang tali tersebut. Permainan ini juga cocok dimainkan di rumah saja.
 

5. Ular naga panjang


Dalam permainan ini, setidaknya minimal empat orang yang terlibat. Di mana dua orang membentuk sebuah menara yang saling terhubung, sementara sisanya menjadi ular.

Setelah itu, melingkar melewati penjaga sambil menyanyikan lagu ular naga panjangnya sampai selesai. Ketika nyanyian sudah selesai, saatnya penjaga menangkap satu orang, satu orang yang tertangkap harus keluar dari barisan. 
(FIR)

MOST SEARCH