FAMILY

Pendidikan Sebagai Fondasi Utama untuk Mempersiapkan SDM Unggul

Yatin Suleha
Minggu 02 Agustus 2026 / 08:16
Ringkasnya gini..
  • Kemajuan pendidikan bukan cuma soal seberapa banyak sekolah yang dibangun atau anak yang lulus tiap tahun.
  • Yang paling penting, tiap anak harus dapet hak dan kesempatan yang sama buat belajar serta mengejar mimpi mereka.
  • Pendidikan adalah fondasi utama buat mempersiapkan SDM unggul yang wajib dirasain semua kalangan tanpa terkecuali.
Jakarta: Kemajuan pendidikan bukan cuma soal seberapa banyak sekolah yang dibangun atau anak yang lulus tiap tahun. Yang paling penting, tiap anak harus dapet hak dan kesempatan yang sama buat belajar serta mengejar mimpi mereka.

Semangat inilah yang dipegang erat sama Pemprov Kalimantan Selatan buat memperluas akses belajar warga lewat jalur formal, kesetaraan, sampai pendidikan inklusif. Tujuannya satu: memastikan enggak ada satupun warga yang ketinggalan.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin, bahkan menegaskan kalau pendidikan adalah fondasi utama buat nyiapin SDM unggul yang wajib dirasain semua kalangan tanpa terkecuali.




"Tidak boleh ada anak Banua yang tertinggal dari pendidikan. Karena itu, kami berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya, baik melalui pendidikan formal, pendidikan kesetaraan, maupun layanan pendidikan inklusif," kata Muhidin, di Banjarbaru, Kamis lalu.

Saat ini, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian di berbagai daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 16-18 tahun di Kalsel masih berada pada kisaran 75 persen. Artinya, masih terdapat sebagian anak usia SMA yang tidak sedang mengikuti pendidikan.

Sementara itu, angka rata-rata lama sekolah masyarakat Kalsel sekitar 8,81 tahun atau setara kelas IX SMP. 

Data ini jadi bukti kalau menambah akses pendidikan—khususnya sampai jenjang menengah—masih jadi PR penting buat daerah. 

Makanya, Pemprov Kalsel tak cuma fokus ke sekolah formal aja, tapi juga getol menguatkan jalur pendidikan alternatif dan inklusif biar semua warga bisa sekolah.
 

Kesempatan kedua


Sayangnya, tak semua anak punya kesempatan mulus buat namatin sekolah formal karena terbentur biaya, urusan keluarga, atau faktor lainnya.

Buat ngatasin masalah ini, Pemprov Kalsel gercep ngucurin dana Rp500 juta per kabupaten/kota demi ngebut program Paket A, B, and C. Langkah ini jitu banget buat menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Dana segar itu dibagi proporsional: minimal 60% buat siswa, maksimal 30% buat upgrade mutu PKBM, dan sisanya buat monitoring.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, juga menegaskan kalau sekarang pendidikan kesetaraan udah bukan lagi pilihan alternatif nomor dua, melainkan senjata utama buat memastikan hak belajar semua warga terpenuhi.


("Kami ingin memastikan setiap warga Kalimantan Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu," ujar Abdul Rahim. Foto: Dok. Istimewa)

"Komitmen Bapak Gubernur sangat jelas, yatu memastikan tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Karena itu, program paket A, B, dan C terus diperkuat sebagai solusi bagi anak putus sekolah maupun masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidkan formal," kata Abdul Rahim.

Abdul Rahim menambahkan, Pemda sudah siapkan database khusus buat anak-anak putus sekolah supaya penyaluran bantuannya bener-bener on target. Tentunya, langkah ini juga digeber lewat kolaborasi bareng PKBM biar makin gampang nyangkut mereka yang butuh.

Kerennya lagi, pendidikan kesetaraan sekarang enggak cuma ngejar ijazah doang, tapi juga membekali siswa lewat pelatihan life skill yang sesuai sama standar dunia kerja. Jadi, lulusan Paket C bisa lebih pede mau lanjut kuliah atau langsung terjun cari kerja buat naikin taraf hidup!

"Pendidikan kesetaraan bukan sekadar memberikan ijazah, tetapi membuka kembali kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan keterampilan, dan memperoleh masa depan yang lebih baik. Karena itu, kami ingin memastikan program ini benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ucap Abdul Rahim.
 

Pendidikan inklusif


Selain urusan anak putus sekolah, Pemprov Kalsel juga getol membuka akses seluas-luasnya buat anak berkebutuhan khusus lewat sekolah inklusif. 

Buktinya, sampai 2025 kemarin udah ada 334 SMA dan SMK (207 SMA dan 127 SMK) yang resmi jadi sekolah inklusif dan sukses menampung ratusan pelajar hebat berkebutuhan khusus!

"Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa diskirminasi. Pendidikan inklusif merupakan bentuk nyata dan menjadi bagian penting dalam memastikan anak berkebutuhan khusus dapat belajar, berkembang, dan beradaptasi," kata Abdul Rahim.

Menurut Abdul Rahim, perluasan pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah sekolah penyelenggara, tetapi juga peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik. 

"Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Yang lebih penting adalah memastikan mereka mendapatkan layanan pembelajaran yang sesuai, lingkungan yang mendukung, dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta berprestasi," kata Abdul Rahim.

Biar makin maksimal, Pemprov Kalsel juga getol nge-upgrade kapasitas guru lewat berbagai pelatihan. Tercatat udah ada 500 guru yang dibekali ilmu pendidikan inklusif supaya makin jago ngajar sesuai kebutuhan siswa.

Enggak cuma itu, mereka juga ngebut nguatin Unit Layanan Disabilitas (ULD), nge-optimalin peran SLB sebagai pusat sumber, dan manfaatin teknologi canggih buat mendukung proses belajar.
 

Pendidikan merata


Intinya, pendidikan kesetaraan dan inklusif adalah dua jurus jitu Pemprov Kalsel buat memastikan enggak ada warga yang kehilangan hak belajar. 

Kalau pendidikan kesetaraan ngasih kesempatan kedua buat yang sempat putus sekolah, pendidikan inklusif nampung anak berkebutuhan khusus biar bisa belajar bareng secara setara. 

Lewat dua program keren ini, Kalsel bener-bener gaspol nyiapin SDM unggul karena investasi terbaik masa depan adalah mastiin semua anak dapet porsi pendidikan yang layak buat ngejar mimpi mereka.

"Kami ingin memastikan setiap warga Kalimantan Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu."

"Baik melalui pendidikan formal, pendidikan kesetaraan, maupun pendidikan inklusif, semuanya merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Banua yang unggul dan berdaya saing," tutup Abdul Rahim.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH