FAMILY

Perpusnas Mendukung Penguatan Indeks Literasi Kota Tegal

K. Yudha Wirakusuma
Senin 26 Oktober 2020 / 19:47
Jakarta: Berbagai cara dilakukan agar kegemaran membaca dapat membudaya. Selain di faktor lingkungan keluarga, diperlukan juga perpustakaan yang ideal dengan dukungan pemerintahan daerah atau kota. 

Terkait hal tersebut, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tegal yang telah membuat berbagai program demi menguatkan indeks literasi masyarakat. Berbagai program yang selama ini telah dilakukan Pemerintah Kota Tegal khususnya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dan masyarakat kota tegal.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana, dalam Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Dalam Mendukung Terwujudnya Sumber Daya Manusia Ungggul Indonesia Maju Tahun 2020. Kegiatan tersebut digelar Perpustakaan Nasional RI dan didukung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal di Ruang Adipura Komplek Balai Kota Tegal. Senin, 26 Oktober 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Ofy menekankan empat tingkatan literasi. “Ada empat tingkatan literasi yang ingin dicapai. Pertama, kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bahan bacaan. Kedua, kemampuan memahami apa yang tersirat dan tersurat. Ketiga, kemampuan mengemukakan ide-ide, gagasan, kreativitas, ataupun inovasi baru. Dan keempat, kemampuan menciptakan barang atau jasa yang bermutu yang bisa dipakai pada kompetisi global," ujarnya.

Ofy  menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan karena sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat kota Tegal. ‘’Ini merupakan salah satu aksi pemerintah yakni Perpusnas dalam mewujudkan 2020-2024 pembangunan SDM yang hakikatnya perilaku membaca budaya kolektif membaca, membaca merupakan transfer ilmu pengetahuan struktur pemikiran yang produktif untuk kemajuan masyarakat,’’ ujar Ofy.

Sementara itu, Abdul Fikri Faqih Wakil Ketua Komisi X DPR RI memaparkan peranan legislatif dalam membuat regulasi dan menyetujui anggaran untuk mendukung program prioritas nasional  transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
 
“Setidaknya di Komisi X DPR RI telah mengesahkan dua (2)  Undang-Undang penting terkait literasi yaitu UU Nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan dan UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam,” kata Abdul Fikri.

Acara ini dihadiri juga oleh  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tegal Herviyanto Gunarso Wisnu Purbo,  Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Tengah Adib Suharto,  Pegiat Literasi Atmo Tan Sidik, Bunda Baca, Pustakawan Kota Tegal, para Penggiat Literasi lainnya.
(YDH)

MOST SEARCH