FAMILY

Kenali Penyakit Distemper pada Anjing dan Cara Penanganannya

Kumara Anggita
Jumat 24 Juli 2020 / 13:29

Jakarta: Pet Lovers, ketika kamu memelihara anjing, tentu kamu sudah memikirkan bagaimana cara merawat, mengasuh dan menjaganya ya. Termasuk, mencegah anjing kesayangan terkena dari berbagai macam penyakit. 

Perlu kamu ketahui, distemper adalah salah satu penyakit yang saat ini sering ditemui pada anjing. Bahkan, penyakit ini bisa mengancam jiwa hewan peliharaan kesayanganmu. 

Dikutip dari Nathasatwanusantara, sekarang penyakit ini sedang mewabah di Indonesia. Beberapa dokter menyebutkan bahwa kejadian tahun ini merupakan kejadian luar biasa, karena jumlah korban yang diserang sangat membludak. 

Penyakit ini juga tidak ada obatnya, jadi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melakukan tindak pencegahan dengan memberikan vaksin pada anjingmu. Meskipun, vaksin ini juga tidak 100 persen dapat menangkal virus tersebut.

Distemper sendiri merupakan penyakit yang biasa terjadi pada bulan bulan tertentu dan menyerang saluran pernapasan anjing dan mengakibatkan infeksi kulit serta membuat telapak kaki anjing menjadi keras.

Anjing yang terkena virus distemper biasanya menunjukkan beberapa gejala, seperti:

- Demam tinggi 

- Kotoran mata dan kotoran hidung banyak

- Batuk pilek 

- Sesak nafas 

- Muntah 

- Diare 

- Tidak nafsu makan

Perlu diingat, bahwa  virus ini tidak hanya menular dari cairan dan kotoran tubuh saja tapi juga melalui udara. Virus ini kemudian akan menyerang bagian syaraf. Tak hanya itu, distemper ternyata juga dapat menyerang kucing, nama familiarnya adalah panleukopenia. 

embed

(Karantina anjing yang sakit atau sudah sembuh dari penyakit tersebut dalam waktu yang tidak dapat ditentukan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Lantas, apa yang bisa dilakukan saat anjing terkena distemper?

Meski belum ada obat untuk penyakit ini, namun kamu tetap bisa merawat anjing dengan melakukan beberapa hal, diantaranya: 

1. Pastikan cairan tubuh tidak berkurang (perlu infus)

2. Gunakan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder, dan berbagai supplemen untuk membantu organ melawan virus 

3. Pisahkan dan segera sterilkan area tempat anjing korban distemper dengan cairan disinfektan dan bawa yang anjing sehat lainnya dari tempat tersebut

4. Karantina anjing yang sakit atau sudah sembuh dari penyakit tersebut (dipisahkan dari anjing lain) dalam waktu yang tidak dapat ditentukan, bisa tiga bulan sampai satu tahun. 


(yyy)

MOST SEARCH