COMMUNITY

Langkah Nyata Mengedepankan Kesejahteraan Hewan Melalui Let's Adopt Indonesia

Aulia Putriningtias
Sabtu 29 November 2025 / 13:10
Jakarta: Jika kita berjalan sedikit saja, mungkin menemukan anjing atau kucing di tepi jalan. Ingin melindungi dan menyejahterakan mereka, tetapi bagaimana caranya? Yayasan satu ini menjawabnya!

Let's Adopt Indonesia merupakan salah satu organisasi yang memiliki tujuan melindungi hewan dengan memiliki serangkaian misi di dalamnya. Yayasan ini digerakkan oleh sekelompok volunteer.

Salah satunya adalah Carolina Fajar yang memegang posisi sebagai Head of Operations dari Let's Adopt Indonesia. Tim Medcom.id berkesempatan berbincang langsung mengenai hadirnya organisasi ini.

Let's Adopt Indonesia atau disingkat sebagai LAI pada dasarnya adalah organisasi dengan fokus menyejahterakan para hewan di lapangan. Awal mulanya dari rescue dan re-home, tetapi sekarang berkembang berbagai pelayanan.

"(Tahun) 2011 itu kita coba bikin Let's Adopt Indonesia gitu, fokusnya waktu itu juga bukan steril, fokusnya rescue and re-home jadi menyelamatkan dan mengadopsikan (hewan)," ungkap Carol saat diwawancarai langsung di Jakarta, Rabu, 26 November 2025.

Namun, Carol mengatakan bahwa dirinya dan juga teman-teman lainnya kesulitan untuk menampung semua hewan di kediaman masing-masing. Jadi, pada 2018, bertahap untuk tidak lagi melakukan rescue dan re-home, melainkan melakukan hal lain untuk menyejahterakan hewan.

"Yang sudah telanjur kita rescue, tentunya kita rawat dan kita adopsikan kalau enggak salah sampai kucing terakhir yang kita adopsikan (ke orang lain) itu tahun 2022 habis. Nah, masih tersisa anjing. Anjing itu tahun tahun lalu habis, udah habis jadi kita udah enggak ada," jelas Carol.
 

Layanan utama terkini


Setelah melepaskan kegiatan rescue dan re-home, tim Let's Adopt Indonesia kini berfokus terhadap beberapa layanan. Berikut di antaranya:
 

1. TNR atau Trap-Neutrer-Release


TNR merupakan menangkap hewan untuk disterilisasi. Kemudian dikembalikan pada tempat semula.

"Kita menangkap kucing di tempat umum, seperti stasiun, pasar, kemudian tempat ibadah, dan beberapa tempat lainnya. Kita bawa ke klinik hewan untuk operasi steril. Setelah beberapa hari pas ke operasi kan dirawat dulu, ya," jelas Carol.

"Begitu dokter sudah menyatakan hewan-hewan itu semua sudah sehat, kita akan kembalikan lagi ke tempat asal kita tangkap," tambahnya.

Pihak LAI akan memberikan label agar hewan-hewan yang ditangkap dapat dikembalikan sesuai tempatnya. Isi label tersebut terdiri atas nomor urut, jenis kelamin hewan, area tangkap, kondisi, ciri khusus, tanggal tangkap, hingga penanggung jawab.

"Jadi, kalau memang masih kurang jelas ternyata area pengembaliannya, kita hubungi penanggung jawabnya, biar dikasih tahu dia nangkapnya di mana," jelasnya.
 

2. Layanan steril gratis


Carol mengatakan bahwa program satu ini bekerja sama dengan berbagai pemangku. Mulai dari pemerintah kota setempat, klinik, hingga berbagai brand besar.

Namun, program steril gratis ini tak selalu untuk kucing atau anjing berpemilik. Biasanya yang sering dilakukan adalah kucing atau anjing liar, ditangkap sendiri, kemudian diberikan kepada LAI untuk disterilisasi.

"Kita membuka pendaftaran untuk teman-teman atau warga yang melakukan TNR mandiri di rumah masing-masing, lalu mereka mendaftar ke kita, kemudian di hari yang memang sudah kita tentukan sebelumnya, mereka tinggal datang," papar Carol.
 

3. Pengobatan gratis untuk hewan


Let's Adopt Indonesia juga membuka dan mempertimbangkan hewan-hewan yang dapat mereka obati. Carol mengatakan hal ini tergantung ketersediaan dokter dalam menangani hewan-hewan ini.

Pun, pengobatan gratis ini tidak hanya dari LAI saja. Tak sedikit orang-orang memberikan donasi untuk pengobatan gratis kucing. Sebagai timbal balik, pihak LAI mengunggah proses pengobatan kucing di media sosial mereka.

"Semua progress yang terjadi pada kucing tersebut itu kami tampilkan di sosial media progresnya itu per minggu ya, enggak per hari ya," tutur Carol.
 

Mengadakan 'school visit' demi edukasi lebih luas


Carol mengaku bahwa dirinya adalah guru sebelum terjun pada pelayanan menyejahterakan hewan ini. Pengalamannya membawa LAI menginjakkan kaki di berbagai sekolah pada kawasan Jakarta dan sekitarnya.

School visit pun bukan hanya sekadar anak-anak. Carol mengatakan bahwa mereka telah melakukan edukasi di berbagai tempat, seperti SMP, SMA, bahkan bangku perkuliahan.

"Setiap bulan itu kita dua kali datang ke sekolah yang berbeda-beda. Jadi, dalam setahun itu kita 24 sekolah yang kita datangi. Dan sekolahnya itu bermacam-macam," tuturnya.

Pada kunjungan sekolah, Let's Adopt Indonesia biasanya memberikan berbagai edukasi. Mulai dari bagaimana melindungi hewan terlantar, sikap untuk menjaga seperti apa, dan hal-hal lainnya. Semakin tinggi tingkat pendidikan, Carol mengatakan kian dalam materi edukasinya.

Langkah ini membuat LAI tidak hanya sebatas organisasi atas nama hewan, namun, mereka membuktikan hingga kepada bagian dasar, yaitu edukasi terhadap sesama manusia, untuk saling melindungi makluk hidup.

Pun, cara Carol untuk memberikan sebuah kepercayaan terhadap sesama juga digaungkan di sini. Melalui kanal media sosial mereka @letsadoptindonesia di Instagram, setiap kegiatan pun diunggah. 

Apa yang dilakukan oleh tim Let's Adopt Indonesia adalah sebuah bukti langkah konkrit dalam melindungi hewan. Melalui tangan-tangan yang membantu, ekosistem perlindungan ini juga semakin terpenuhi.

Langkah nyata ini menjadi dukungan dan dorongan bagi banyak orang; pentingnya menyejahterakan hewan-hewan dengan berbagai hal. Jika Sobat Medcom tergerak untuk melihat kegiatan mereka, jangan lupa dicek di Instagram @letsadoptindonesia, ya! 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)

MOST SEARCH