FAMILY

Moms, Ini Sebabnya Kulit Bayi Lebih Mudah Iritasi

Medcom
Kamis 14 Juli 2022 / 09:00
Jakarta: Kulit bayi dan anak-anak memang lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Untuk itu, penting sekali agar orang tua memerhatikan penggunaan produk yang berkaitan dengan kulit bayi dan anak secara lebih detail. Hal ini dilakukan agar kulit bayi tidak mengalami berbagai masalah kulit. 

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. Susie Rendra, Sp.KK, FINDSV mengatakan fungsi utama kulit adalah proteksi, yang berguna untuk melindungi organ di dalamnya. Kulit juga akan mengalami perubahan yang dinamis sepanjang hidup. 

"Penguapaan kulit lebih banyak terjadi pada anak-anak. Lapisan kulit pada bayi dan anak-anak juga lebih tipis sehingga mudah ditembus dan menyerap air. Oleh sebab itu, jika mengoleskan sesuatu krim atau produk sebaiknya orang tua berhati-hati saat melakukannya," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah, Jakarta.   

Menurut dr. Susie, karena kulit bayi dan anak lebih sensitif, ketika tidak cocok terhadap suatu produk akan lebih mudah iritasi, kering, dan kemerahan. Meskipun lebih sensitif, kulit bayi dan anak-anak juga memiliki kelebihan dibandingkan kulit orang dewasa muda.


(Kulit bayi masih sangat sensitif, maka disarankan kepada orang tua untuk lebih berhati-hati saat menggunakan produk untuk perawatan kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


"Bila kulit bayi dan anak-anak mengalami luka atau lecet maka akan lebih cepat penyembuhannya. Bekas-bekas lukanya pun akan lebih cepat hilang jika dibandingkan bekas luka pada orang dewasa," tuturnya. 

Lebih lanjut, dr. Susie menjelaskan itu karena adanya aging process, sehingga pada orang dewasa kalau ada bekas luka sulit menghilang. Selain itu, kulit bayi dan anak-anak juga memiliki kadar melanin yang masih rendah, sehingga akan lebih mudah mengalami sunburn. Itulah mengapa sebaiknya orang tua berhati-hati jika ingin menjemur bayinya.

"Selain itu, kulit bayi dan anak juga cenderung lebih mudah kering karena kandungan transient epidermal water loss (TEWL) lebih tinggi. Dan yang penting diketahui adalah imunitas pada bayi dan anak masih belum berkembang sempurna sehingga lebih sering terinfeksi,” tutupnya. 
(yyy)

MOST SEARCH