FAMILY

Yuk Kenali 3 Penyebab Persalinan Prematur

A. Firdaus
Sabtu 27 Desember 2025 / 11:16
Jakarta: Persalinan prematur adalah kondisi medis yang terjadi ketika proses persalinan dimulai lebih awal dari waktu yang diharapkan, yaitu sebelum minggu ke-37 kehamilan, meskipun bayi sudah cukup berkembang untuk bertahan hidup di luar rahim.

Kondisi ini yang juga dikenal sebagai persalinan dini, dapat dipicu oleh berbagai faktor yang kompleks dan sering kali saling terkait. Mulai dari infeksi hingga masalah struktural pada organ reproduksi.

Memahami penyebab persalinan prematur sangat penting karena hal ini tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga dapat memberikan wawasan bagi langkah pencegahan dan penanganan dini.

Meskipun dalam banyak kasus penyebabnya tidak selalu jelas atau diketahui secara pasti, penelitian medis telah mengidentifikasi beberapa elemen kunci yang berkontribusi terhadap risiko ini, termasuk infeksi yang dapat merusak keseimbangan alami dalam tubuh dan masalah lainnya.

Dilansir dari BabyCenter, meskipun penyebabnya seringkali tidak diketahui tiga faktor ini dapat berperan dalam persalinan prematur.
 

1. Infeksi


Infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan beberapa infeksi vagina, seperti trikomoniasis dan vaginosis bakteri dapat menyebabkan persalinan prematur.

Substansi yang diproduksi oleh bakteri di saluran genital dapat melemahkan membran di sekitar kantung ketuban dan menyebabkan robekan dini. Bahkan jika membran tetap utuh, bakteri dapat menyebabkan infeksi dan peradangan di rahim yang mungkin memicu rangkaian peristiwa yang menyebabkan persalinan prematur.

Penting untuk mengidentifikasi dan mengobati infeksi sesegera mungkin. Penyedia layanan kesehatan mungkin telah memeriksa dan mengobati jika diperlukan untuk IMS pada kunjungan prenatal pertama.

Jika pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya, mungkin juga telah diperiksa untuk bacterial vaginosis (BV). Hal tersebut dikarenakan infeksi saluran kemih bisa tanpa gejala, urine akan diperiksa untuk bakteri pada awal kehamilan.

Infeksi non-genital tertentu, seperti infeksi ginjal, pneumonia, apendisitis, penyakit gusi, keracunan makanan, dan COVID-19, juga meningkatkan risiko persalinan prematur.
 

2. Masalah plasenta


Masalah dengan plasenta, seperti plasenta previa, plasenta accreta, atau abrupsi plasenta dapat menyebabkan pendarahan vagina dan memicu persalinan prematur.
 

3. Rahim yang besar


Peregangan rahim yang berlebihan – yang kadang terjadi saat hamil kembar atau memiliki cairan ketuban berlebihan, dapat menyebabkan kontraksi rahim dan persalinan prematur.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH