COMMUNITY

Kartini dan Kiprah Perempuan Bangun Ekonomi

Mia Vale
Kamis 21 April 2022 / 06:05
Jakarta: Sebagai pahlawan wanita, kiprah Raden Ajeng Kartini terus dikenang dalam sejarah Bangsa Indonesia. Perempuan keturunan priyayi Jawa ini dikenal sebagai sosok feminis yang memperjuangkan emansipasi wanita pada masa itu. 

Kartini merupakan figur perempuan pertama yang melakukan perniagaan lintas negara, bahkan saat Indonesia belum ada. Kartini menjadi penggerak bangkitnya kewirausahaan di tengah konstruksi masyarakat tentang peran perempuan yang terbatas. 

Kartini merupakan putri bangsawan Jawa yang cerdik menggunakan hak istimewanya sebagai kaum ningrat untuk memberdayakan masyarakat di sekitarnya. 

Selain memperjuangkan kesetaraan perempuan, Kartini memiliki minat besar dalam seni khususnya batik dan ukiran asal Jepara. Kala itu, kerajinan ukir dipandang kampungan dan tak bernilai sehingga hasilnya tidak bisa menopang kehidupan para perajin. 

Pada usia 19 tahun, Kartini menyampaikan gagasan kepada seorang pengukir bernama Singowiryo untuk mendirikan bengkel sebagai perpanjangan tangan para perajin. Bengkel karya yang ia gagas memperkenalkan motif ukiran baru seperti wayang dan Lung-lungan Bunga. 

Dalam buku "Kartini Pembaharu Peradaban" dan buku "Kartini Penyulut Api Nasionalisme" karya Hadi Priyanto, Kartini bersama saudara kandungnya, Rukmini dan Kardinah mengirimkan karya-karya seni kepada masyarakat di Den Haag dalam ajang Nationale Tentoonstelling voor Vrouwenarbeid pada 1898. Hingga akhirnya benda-benda seni asal Jepara bisa diekspor ke luar negeri. 


hari kartini adalah
(Jika di masa lalu karya pengukir Jepara memperoleh pasar berkat kegigihan Kartini mengenalkannya kepada orang-orang Belanda, kehadiran layanan berbasis teknologi kini membuka berbagai peluang usaha. Foto: Dok. Istimewa)


Peran Kartini dalam pemberdayaan dan kesetaraan gender masih dapat dirasakan hingga saat ini. Data Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Indonesia di angka 76,26 persen pada 2021. 

IDG merupakan alat ukur terlaksananya keadilan dan kesetaraan gender berdasarkan partisipasi politik dan ekonomi yang meliputi tiga indikator, yakni keterlibatan perempuan dalam parlemen, partisipasi sebagai tenaga profesional, dan sumbangan dalam pendapatan pekerjaan. Tahun lalu, partisipasi perempuan sebagai tenaga profesional naik dari 46,31 persen menjadi 49,99 persen. 

Maka tidak mengherankan jika semakin banyak perempuan menduduki posisi strategis dalam pekerjaan, bahkan mengelola bisnisnya sendiri baik skala kecil maupun besar. 

Hal ini salah satunya tercermin dalam Zilingo, sebuah platform solusi bisnis satu atap yang mendukung seluruh ekosistem rantai pasok global. Faktanya, sebanyak 45 persen karyawan Zilingo secara global adalah perempuan. Tidak hanya itu, sebanyak 29 persen kepemimpinan diisi oleh perempuan. 

Dengan platform teknologi inilah, perempuan turut serta menggerakkan perekonomian melalui kewirausahaan di bidang fashion, kecantikan, dan lifestyle.

“Zilingo menjadi ruang bagi pengusaha bidang fashion, beauty, dan lifestyle. Dengan jumlah usaha kecil mendominasi hingga 53 persen. Zilingo ingin mewujudkan misi menjadikan rantai pasok industri lebih inklusif, efektif, transparan, dan berkelanjutan sehingga dapat diakses oleh semua orang, baik pelaku usaha kecil maupun besar," ujar Kang Ay Lie, Head of Enterprise Zilingo Indonesia.

"Zilingo menawarkan solusi bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku pakaian, pemasaran, hingga pengembangan usaha para mitra. Hal ini menjadi wujud partisipasi kami dalam pemberdayaan dan memajukan kewirausahaan. Melalui teknologi dan layanan yang Zilingo tawarkan, semua orang memiliki kesempatan yang sama dan setara untuk terus maju dan berkembang,” tambah Kang Ay Lie.

Jika di masa lalu karya pengukir Jepara memperoleh pasar berkat kegigihan Kartini mengenalkannya kepada orang-orang Belanda, kehadiran layanan berbasis teknologi kini membuka peluang setiap orang untuk memulai dan mengembangkan gagasan bisnisnya. 

Misalnya jika kamu adalah pelaku usaha fashion, kamu dapat melakukan pengadaan bahan baku pakaian dengan lebih mudah melalui Zilingo Trade dibandingkan harus melakukan pembelian secara konvensional yang memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya. 


hari kartini adalah
(Dengan platform teknologi perempuan bisa ikut serta menggerakkan perekonomian melalui kewirausahaan di bidang fashion, kecantikan, dan lifestyle. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Bisnis dapat lebih berdaya dengan pengadaan bahan baku pakaian yang tepat sehingga modal kerja nantinya bisa dialokasikan dengan lebih efisien. 

Pelaku usaha dapat memanfaatkan Zilingo Spotlight untuk mendukung dalam memamerkan keunggulan produk kamu dan juga melakukan konsultasi pemasaran digital secara profesional. 

Sebab, penting untuk memperhatikan kemudahan calon pembeli melihat keunggulan produk kamu dibandingkan produk lain di internet. Layanan berbasis teknologi juga memudahkan kamu mengelola usaha, seperti Zilingo Connect yang merupakan solusi omnichannel terintegrasi untuk membantumu mengelola berbagai toko offline dan online, termasuk berbagai marketplace online di Indonesia. 

Sementara itu, akses permodalan yang menjadi tantangan pelaku usaha dapat dijawab dengan solusi layanan finansial Zilingo. Layanan ini memungkinkan pelaku usaha untuk bisa mengakses permodalan lebih mudah kepada mitra pendanaan Zilingo.

Pada masanya, Kartini berupaya untuk memberdayakan masyarakat dan merevolusi posisi tawar perempuan agar menjadi setara melalui pendidikan, kemandirian, dan kewirausahaan. Kartini membagi hak istimewanya sebagai bangsawan untuk turut serta memajukan rakyat. 

Ketangguhan yang dibalut kelembutan pahlawan yang identik dengan balutan kebaya ini berbuah transformasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Kini, setiap orang baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kewirausahaan. 

Memanfaatkan teknologi menjadi kunci pengurai keterbatasan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya. Jadi tak pusing lagi dalam memulai usaha kamu di bidang fashion, kecantikan, dan lifestyle? Yuk, saatnya untuk mengembangkan usaha kamu.

(TIN)

MOST SEARCH