COMMUNITY

Setelah 8 Tahun, RUCI Art Wall Balik Lagi Bawa 21 Seniman Baru

A. Firdaus
Kamis 13 Agustus 2026 / 20:19
Ringkasnya gini..
  • RUCI Art Wall Vol. 2 berlangsung pada 9 Agustus–27 September 2026 di RUCI Art Space, Jakarta.
  • RAW Vol. 2 merupakan pameran kelompok yang mempertemukan 21 seniman terpilih dari lebih dari 300 proposal.
  • Karya-karya dalam RAW Vol. 2 bergerak dari pengalaman personal hingga kegelisahan yang lebih luas mengenai kehidupan sehari-hari.
Jakarta: Setelah delapan tahun, RUCI Art Space kembali menghadirkan RUCI Art Wall (RAW) Vol. 2, pameran kelompok yang mempertemukan 21 seniman terpilih dari lebih dari 300 proposal yang masuk melalui proses open submission.

Program yang pertama kali diperkenalkan pada November 2018 ini hadir dengan misi sederhana, yakni memberikan ruang bagi seniman yang sedang membangun praktik untuk memperkenalkan karya kepada publik sekaligus merasakan langsung pengalaman berpameran di ekosistem galeri seni rupa.

Besarnya jumlah proposal pada RAW Vol. 2 menjadi catatan tersendiri bagi RUCI Art Space. Di tengah semakin banyaknya galeri dan pameran seni di Indonesia, antusiasme lebih dari 300 seniman menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap ruang pamer bagi generasi baru seniman masih cukup besar.
 

Setelah melalui proses kurasi berdasarkan kekuatan visual, gagasan, dan konteks kekaryaan, sebanyak 21 seniman terpilih untuk memamerkan karya mereka di RUCI Art Space, Jakarta, pada 9 Agustus hingga 27 September 2026.

Gallery Director sekaligus Co-Founder RUCI Art Space, Rio Pasaribu, mengatakan RAW Vol. 2 mempertemukan seniman dengan latar belakang dan perjalanan berkarya yang beragam.

“RAW Vol. 2 mempertemukan dua bentuk ‘kemudaan’: mereka yang masih muda secara usia, dan mereka yang mungkin telah lama berkarya namun baru memulai perjalanan berpamerannya. Yang kami lihat bukan sekadar perbedaan medium atau pendekatan visual, tetapi keberanian untuk mengangkat pengalaman yang paling dekat dengan diri mereka sendiri,” ujar Rio.
 

Dari Jazz hingga Ingatan yang Tertinggal


Karya-karya dalam RAW Vol. 2 bergerak dari pengalaman personal hingga kegelisahan yang lebih luas mengenai kehidupan sehari-hari. Musik, keluarga, identitas, ingatan, konsumsi, tubuh, hingga pengalaman tumbuh dewasa hadir melalui beragam medium dan pendekatan visual.

Salah satunya datang dari Elfa Zulham, yang selama ini dikenal sebagai pemain drum jazz Indonesia dan bagian dari kelompok seperti Tomorrow People Ensemble dan Batavia Collective.

Dalam pameran ini, Zulham membawa kedekatannya dengan musik jazz ke medium lukisan. Ia menghadirkan figur legendaris seperti Billie Holiday dan Miles Davis dalam komposisi yang tidak biasa, yakni mengenakan jersey basket dan dilukis di atas lembaran partitur dari karya musik mereka.

Pertemuan antara jazz, kultur populer, dan seni rupa tersebut menjadi bentuk penghormatan personal Zulham terhadap musisi yang turut membentuk perjalanan musikalnya.

Cerita berbeda hadir melalui karya Rosa Guerinoni. Seniman muda tersebut menggunakan kayu reklamasi dari rumah-rumah tua sebagai bidang lukis.

Material tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media, tetapi juga menjadi bagian dari cerita dan ingatan yang dibawa oleh karya.

“Setiap panel membawa jejak kehidupan sebelumnya. Lapisan cat, goresan, dan bekas perjalanan waktu menjadi bagian dari karya itu sendiri,” kata Rosa.
 

21 Seniman, 21 Cara Melihat Dunia


RAW Vol. 2 tidak dibangun dengan satu tema besar yang harus diikuti seluruh seniman. Sebaliknya, pameran ini memberi ruang bagi berbagai perspektif dan pengalaman personal untuk hadir secara berdampingan.

Ke-21 seniman yang berpartisipasi adalah Alfan Manthovani, Anady Aria, Anzi Matta, Bismar Siagian, Elfa Zulham, Jerojerrr, Fitra Rahardjo, Gusti Kade, Iqbal Dwi Priatna, Jaz Abraham Pratama, Labaika Adkha Maharani, Lowpop, M. Rizky Aditya, Raymond Gandayuwana, R. Dewa, Rosa Guerinoni, MivetBoi, Shavira Mada, Suwandi Waeng, Svkmatra, dan Trio Muharam.

Melalui program RAW, RUCI Art Space juga ingin membuka akses yang lebih luas bagi seniman yang belum memiliki banyak kesempatan untuk berpameran di ruang galeri.

Marketing Director RUCI Art Space, Neysa Soediro, mengatakan jumlah proposal yang masuk menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap ruang bagi seniman untuk memperkenalkan karya mereka.

“Jumlah proposal yang kami terima menunjukkan bahwa begitu banyak seniman memiliki karya dan gagasan yang ingin mereka sampaikan, tetapi belum tentu memiliki ruang untuk memperlihatkannya. Kami berharap semakin banyak galeri dan institusi seni yang membuka program seperti ini, sehingga semakin banyak pula pintu yang tersedia bagi seniman untuk memulai,” ujar Neysa.

Bagi RUCI Art Space, RAW bukan hanya tentang menemukan nama-nama baru di dunia seni rupa. Program ini menjadi ruang awal bagi karya untuk bertemu dengan publik, membuka percakapan, sekaligus memberi kesempatan bagi perjalanan seorang seniman untuk berkembang lebih jauh.

RUCI Art Wall Vol. 2 berlangsung pada 9 Agustus–27 September 2026 di RUCI Art Space, Jakarta.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH