COMMUNITY
First Family Photo: Cara Fujifilm Bikin Core Memory Buat Anak Panti
Yatin Suleha
Selasa 14 April 2026 / 21:25
- Ramadan tahun ini, Fujifilm Indonesia kembali menggelar program “First Family Photo”.
- Program ini bertujuan mengajak anak-anak mengabadikan momen pertama mereka bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga.
- Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama punya foto fisik yang bisa disimpan.
Jakarta: Ramadan tahun ini, Fujifilm Indonesia kembali menggelar program “First Family Photo” dengan mengunjungi tiga panti asuhan di Jakarta: Daarul Berkah Rahman, Nurul Iman Mentas, dan Aisyiyah Tahfidz Quran.
Program ini bertujuan mengajak anak-anak mengabadikan momen pertama mereka bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga. Menggunakan kamera instax, anak-anak bisa langsung memegang hasil foto mereka.
Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama punya foto fisik yang bisa disimpan, dipajang di dekat kasur, atau ditempel di tembok sebagai kenangan yang gak mudah tergantikan oleh format digital.
Program ini memperlihatkan kalau keluarga gak selalu soal hubungan darah, tapi juga tentang kebersamaan sehari-hari bersama teman dan ibu asuh di panti.
.jpeg)
(Program “First Family Photo” sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Fujifilm Indonesia dalam menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Foto: Dok. Istimewa)
Inisiatif ini didukung oleh penjualan artbook Instaxnesia: A Nation of Creative Expression, hasil kolaborasi dengan 35 kreator seni. Seluruh penjualannya didedikasikan untuk kegiatan CSR di panti asuhan.
Selain sesi foto, Fujifilm juga menyalurkan kebutuhan pokok, alat sekolah, dan makanan buka puasa untuk mendukung kesejahteraan anak-anak panti.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, menjelaskan kalau fotografi punya kekuatan untuk memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui selembar foto, anak-anak punya bukti nyata kalau mereka dicintai dan punya cerita berharga yang layak buat disimpan sampai mereka besar nanti.
“Kami percaya bahwa fotografi memiliki kekuatan untuk memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap anak memiliki sesuatu yang bisa mereka pegang sebagai bukti bahwa mereka dicintai, memiliki cerita, dan menjadi bagian dari sebuah keluarga,” ujar Masato Yamamoto selaku President Director Fujifilm Indonesia.
Melalui inisiatif ini, Fujifilm Indonesia berharap setiap anak tidak hanya mendapatkan dan menyimpan lembaran foto, tetapi juga dengan sesuatu yang lebih dalam: rasa memiliki, rasa diingat, dan keyakinan bahwa cerita mereka layak untuk disimpan dan dikenang.
Program “First Family Photo” sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Fujifilm Indonesia dalam menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sejak pertama kali dijalankan, kegiatan ini telah menjangkau 17 panti asuhan sejak tahun 2022, membuka ruang bagi anak-anak untuk memiliki dan menyimpan momen kebersamaan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Program ini bertujuan mengajak anak-anak mengabadikan momen pertama mereka bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga. Menggunakan kamera instax, anak-anak bisa langsung memegang hasil foto mereka.
Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama punya foto fisik yang bisa disimpan, dipajang di dekat kasur, atau ditempel di tembok sebagai kenangan yang gak mudah tergantikan oleh format digital.
Program ini memperlihatkan kalau keluarga gak selalu soal hubungan darah, tapi juga tentang kebersamaan sehari-hari bersama teman dan ibu asuh di panti.
Dukungan dari Artbook Instaxnesia
.jpeg)
(Program “First Family Photo” sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Fujifilm Indonesia dalam menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Foto: Dok. Istimewa)
Inisiatif ini didukung oleh penjualan artbook Instaxnesia: A Nation of Creative Expression, hasil kolaborasi dengan 35 kreator seni. Seluruh penjualannya didedikasikan untuk kegiatan CSR di panti asuhan.
Selain sesi foto, Fujifilm juga menyalurkan kebutuhan pokok, alat sekolah, dan makanan buka puasa untuk mendukung kesejahteraan anak-anak panti.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, menjelaskan kalau fotografi punya kekuatan untuk memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui selembar foto, anak-anak punya bukti nyata kalau mereka dicintai dan punya cerita berharga yang layak buat disimpan sampai mereka besar nanti.
“Kami percaya bahwa fotografi memiliki kekuatan untuk memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap anak memiliki sesuatu yang bisa mereka pegang sebagai bukti bahwa mereka dicintai, memiliki cerita, dan menjadi bagian dari sebuah keluarga,” ujar Masato Yamamoto selaku President Director Fujifilm Indonesia.
Melalui inisiatif ini, Fujifilm Indonesia berharap setiap anak tidak hanya mendapatkan dan menyimpan lembaran foto, tetapi juga dengan sesuatu yang lebih dalam: rasa memiliki, rasa diingat, dan keyakinan bahwa cerita mereka layak untuk disimpan dan dikenang.
Program “First Family Photo” sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Fujifilm Indonesia dalam menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sejak pertama kali dijalankan, kegiatan ini telah menjangkau 17 panti asuhan sejak tahun 2022, membuka ruang bagi anak-anak untuk memiliki dan menyimpan momen kebersamaan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)