COMMUNITY

FLOII Expo 2026: Saat Tanaman Hias Naik Kelas Jadi Peluang Bisnis

A. Firdaus
Sabtu 19 September 2026 / 18:02
Ringkasnya gini..
  • FLOII Expo 2026 memasuki hari kedua di ICE BSD City.
  • Pengunjung bukan hanya bisa melihat beragam tanaman hias, tetapi juga mengikuti kompetisi,.
  • FLOII Expo 2026 masih berlangsung hingga Minggu, 20 September 2026 di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang.
Tangerang: Dunia tanaman hias ternyata bukan cuma soal mengoleksi tanaman cantik atau menghijaukan sudut rumah. Di FLOII Expo 2026, tanaman juga menjadi pintu masuk untuk bertemu komunitas, berbagi kreativitas, hingga membuka peluang bisnis.

Memasuki hari kedua penyelenggaraan, Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang, masih dipenuhi aktivitas para penggiat tanaman, kolektor, komunitas, hingga pelaku industri.

Ajang yang berlangsung hingga 20 September 2026 ini mempertemukan lebih dari 120 exhibitor dari dalam dan luar negeri. Pengunjung bukan hanya bisa melihat beragam tanaman hias, tetapi juga mengikuti kompetisi, workshop, hingga berbagai aktivitas yang memperkenalkan tanaman dari sisi seni dan gaya hidup.
 

Momentum FLOII Expo 2026 juga bertepatan dengan 149 tahun Karantina Indonesia dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik pergerakan tanaman dari satu negara ke negara lain, ada sistem karantina yang berperan menjaga keamanan hayati.
 

Florikultura Indonesia Punya Potensi Besar


Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, mengatakan potensi florikultura Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan.

Berdasarkan data BestTrust, nilai ekspor florikultura Indonesia mencapai Rp4,42 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, pada periode 1 Januari hingga 14 September 2026, nilainya sudah mencapai Rp3,51 triliun.

Komoditas yang menjadi unggulan antara lain bunga krisan, bibit krisan, bibit lilium, bibit saintpaulia, serta tanaman aquarium. Produk-produk tersebut telah diekspor ke lebih dari 96 negara tujuan.

“Kami memposisikan diri sebagai penjaga biosecurity sekaligus fasilitator perdagangan. Tanaman boleh bergerak melintasi batas negara, namun hama dan penyakit jangan,” ujar Abdul Kadir Karding dalam acara pembukaan FLOII Expo 2026, 17 September.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan industri florikultura juga tidak bisa dilepaskan dari aspek keamanan hayati. Semakin luas perdagangan tanaman, semakin penting pula memastikan tanaman yang keluar dan masuk suatu negara memenuhi persyaratan karantina.
 

Bukan Cuma Tempat Pamer Tanaman


Bagi para pengunjung, FLOII Expo 2026 bisa menjadi tempat untuk melihat tanaman dari perspektif yang lebih luas.

Project Manager FLOII Expo 2026, Samsul Bahri, mengatakan pameran ini dirancang bukan hanya sebagai ruang untuk memamerkan tanaman, tetapi juga sebagai tempat bertemunya pelaku industri, komunitas, dan kolektor.

“Di hari kedua ini kami mendapat respons yang sangat positif dari peserta maupun pengunjung. FLOII menjadi ruang bagi para penggiat tanaman hias, komunitas, dan kolektor untuk saling bertemu, berdiskusi, hingga menjajaki kerja sama bisnis, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Samsul.

Menurut dia, pertemuan tersebut membuat aktivitas di dunia tanaman hias tidak berhenti pada urusan hobi.

“Jadi bukan sekadar berbagi hobi, tetapi juga ada nilai ekonomi yang tercipta di sini,” lanjutnya.
 

Aquascape dan Terrarium Jadi Magnet


Salah satu aktivitas yang mencuri perhatian pada hari kedua adalah FLOII Aquascape & Terrarium Competition.

Para peserta ditantang menuangkan kreativitas dalam merancang ekosistem mini berbasis air dan tanaman. Karya yang dibuat kemudian dinilai dari sejumlah aspek, mulai dari estetika, komposisi, hingga teknik perawatan.

Buat penghobi, aktivitas seperti ini menunjukkan bahwa tanaman bisa menjadi medium untuk bereksperimen dan berkarya. Bukan sekadar menaruh tanaman di pot, tetapi juga memikirkan bagaimana menciptakan ekosistem kecil yang punya karakter.

Selain kompetisi, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai workshop.

Muhamad Rapli, edukator dari Kebun Raya Bogor, misalnya, mengajak peserta mengenal pemanfaatan tanaman aromatik melalui workshop Lilin Aromaterapi.

Ada pula workshop Dry Terrarium bersama Teguh Iman, Koordinator Pembibitan dan Pertamanan Kebun Raya Cibodas. Sesi ini memperkenalkan teknik membuat terrarium kering yang bisa dicoba oleh pemula maupun penghobi.

Bagi penggemar Hoya, tersedia dua sesi workshop bersama BS Dharma. Sesi pertama membahas teknik dasar memperbanyak Hoya menggunakan media air, sedangkan sesi berikutnya mengupas teknik penataan tanaman tersebut secara lebih mendalam.

Pengunjung yang tertarik dengan aquascape juga bisa belajar langsung melalui Live Demo Aquascape bersama Arsakha Yusuf dan Narto Nato. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran praktis bagi mereka yang ingin mencoba membuat aquascape sendiri di rumah.
 

Ketika Tanaman Bertemu Musik


Ada juga pengalaman yang sedikit berbeda di FLOII Expo 2026. Art Plant Music by Onion Jams kembali hadir memadukan tanaman dan musik dalam satu pengalaman kreatif.

Konsep ini membuat tanaman tidak hanya ditempatkan sebagai objek koleksi, tetapi juga bagian dari seni dan gaya hidup.

Dari satu area ke area lainnya, pengunjung bisa melihat bagaimana tanaman berkembang menjadi berbagai bentuk ekspresi. Ada yang mengolahnya menjadi bagian dari dekorasi, membuat ekosistem mini, memanfaatkannya untuk produk kreatif, sampai menjadikannya peluang bisnis.

FLOII Expo 2026 masih berlangsung hingga Minggu, 20 September 2026 di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang.

Dengan lebih dari 120 exhibitor dari dalam dan luar negeri, pameran ini masih menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat dunia florikultura, bertemu komunitas, mencari inspirasi, sekaligus melihat bagaimana tanaman hias punya potensi ekonomi yang semakin luas.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH