COMMUNITY

Sentuhan Italia yang Mengubah Wajah Gaya Hidup Modern di Jakarta

Elang Riki Yanuar
Senin 12 Januari 2026 / 17:00
Jakarta: Imago Mulia Persada kembali membuat gebrakan. Mereka resmi membuka flagship store B&B Italia Jakarta yang langsung mencuri perhatian karena dinobatkan sebagai monobrand store B&B Italia terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan luas area kurasi mencapai 1.300 meter persegi.

Gerai anyar ini berdiri di salah satu kawasan bisnis dan gaya hidup paling strategis di Jakarta. Kehadirannya bukan sekadar menambah deretan showroom furnitur kelas atas, tetapi juga membawa pengalaman baru bagi pecinta desain interior yang menginginkan sentuhan global di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Menariknya, flagship store ini tidak hanya menampilkan koleksi B&B Italia. Di bawah satu atap, pengunjung juga bisa menikmati rangkaian produk dari Maxalto dan Azucena. Tiga merek legendaris ini dipadukan dalam satu konsep ruang yang menyatu, sehingga menciptakan nuansa galeri yang berbeda dari toko furnitur pada umumnya.

Bagi manajemen LFLO, pembukaan flagship store ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga momen penuh makna. Presiden Direktur LFLO, Erlangga Boenawan, mengaku perasaannya campur aduk saat melihat logo B&B Italia terpasang megah di dinding Laflo.

"Melihat logo B&B Italia terpasang di dinding Laflo terasa surealis dan sangat emosional. Namun, saya ingin semua orang mengingat bahwa ini terjadi semata-mata karena anugerah Tuhan, bukan karena pencapaian kami atau jasa siapa pun. Segala yang kami miliki adalah titipan untuk kami jaga," ujar Erlangga.
Pembukaan gerai raksasa ini telah diperhitungkan secara matang. Manajemen memproyeksikan flagship store B&B Italia Jakarta akan berkontribusi signifikan tdengan estimasi pendapatan berkisar antara Rp80 hingga Rp100 miliar per tahun.

Meski demikian, Erlangga menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin terjebak pada orientasi keuntungan semata. Menurutnya, bisnis harus dijalankan dengan kesadaran akan panggilan dan tujuan yang lebih besar, bukan sekadar didorong oleh keserakahan.



"Sejak awal perjalanan ini, kami berkomitmen untuk tidak mengambil jalan pintas (cut corners). Kami memilih jalan yang lebih sulit ketika itu adalah jalan yang benar, dan kami membangun fondasi di atas integritas. Komitmen itu harus terus berlanjut, hari ini dan di masa depan," tegas Erlangga.

Ia juga memberikan pandangan filosofis soal cara perusahaan memandang profit. Bagi Erlangga, uang hanyalah alat untuk menciptakan nilai, bukan tujuan akhir yang harus mengubah jati diri manusia.

"Kita tidak hadir hanya untuk mencari keuntungan, tetapi untuk menciptakan nilai yang mencerminkan siapa kita. Kita harus melihat uang secara jernih sebagai alat, bukan tuan. Ketika melihat satu dolar, kita adalah manusia. Namun ketika melihat satu miliar bahkan satu triliun, kita harus tetap menjadi manusia, dan tidak berubah menjadi iblis."

Dari sisi konsep ruang, flagship store ini dirancang sebagai galeri hidup yang menghadirkan pengalaman imersif. Mereka mengusung filosofi Zeitgeist atau semangat zaman yang merefleksikan kebutuhan era modern akan keaslian, kenyamanan, dan estetika yang tahan waktu.

Pendekatan Demokrasi Desain juga menjadi ruh utama dalam kurasi produk dan tata ruang. Mereka ingin menjadikan desain kelas dunia lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh publik luas, tanpa terjebak pada kesan eksklusivitas yang kaku.

"Ruang ini diciptakan sebagai agora modern—titik temu bagi arsitek, desainer, dan klien untuk bertukar gagasan," ungkapnya.

Menutup rangkaian pernyataannya, Erlangga mengajak seluruh mitra dan kolega untuk menjaga akuntabilitas perusahaan agar tetap relevan dalam jangka panjang. Menurutnya, kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari capaian finansial, tetapi juga dari nilai-nilai yang tetap dijaga sepanjang perjalanan bisnis.

"Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari apa yang kita peroleh, tetapi dari apa yang kita jaga: integritas, nilai-nilai, dan kemanusiaan kita. Upaya ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk sebuah tujuan yang lebih mulia," tutupnya. 


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH