COMMUNITY

Karawang Butuh ‘Tameng’ dari Abrasi, 1.000 Mangrove Mulai Ditanam

A. Firdaus
Selasa 18 Agustus 2026 / 11:14
Ringkasnya gini..
  • Sambut Hari Mangrove Sedunia, Unicharm Indonesia tanam 1.000 bibit mangrove di Karawang untuk bantu cegah abrasi dan jaga ekosistem pesisir.
  • Melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya membantu memulihkan ekosistem pesisir.
  • Unicharm telah berkontribusi menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum pada 2021.
Karawang: Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan wacana. Unicharm Indonesia mencoba mewujudkannya lewat aksi langsung dengan menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kegiatan yang digelar pada 29 Juli 2026 ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli. Mengusung tema Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang, aksi tersebut dilakukan Unicharm Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang.

Mangrove bukan sekadar tanaman yang membuat kawasan pesisir terlihat lebih hijau. Ekosistem ini punya peran penting sebagai penyerap karbon alami, pelindung garis pantai dari gelombang tinggi, sekaligus membantu menahan erosi dan abrasi.
 

Indonesia sendiri memiliki salah satu kawasan mangrove terbesar di dunia. Berdasarkan surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Indonesia memiliki sekitar 23 persen dari total luas mangrove dunia.

Namun, ekosistem tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran, hingga abrasi pantai.
 

Karawang Jadi Lokasi Restorasi


Pantai Jaya Bahari dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan pesisir Karawang menghadapi persoalan abrasi yang cukup serius.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang pada 2020, lebih dari 23 kilometer garis pantai di Karawang berada dalam kondisi abrasi yang buruk.

Melihat kondisi tersebut, Unicharm Indonesia bersama DLHK Kabupaten Karawang melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya membantu memulihkan ekosistem pesisir.

Unicharm juga memastikan aksinya tidak berhenti setelah bibit ditanam. Pertumbuhan mangrove akan dipantau secara berkala untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan bertahan dengan optimal.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang, Agus Mustaqim, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari ancaman abrasi.

"Isu abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Oleh karena itu, kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karawang," ujar Agus.
 

Bukan Aksi Pertama Unicharm


Bagi Unicharm Indonesia, aksi penghijauan di Karawang bukan kali pertama dilakukan.

Direktur Unicharm Indonesia, Eiji Ito, mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan di wilayah tempat mereka menjalankan aktivitas bisnis.

"Sebagai perusahaan yang mengoperasikan dua unit pabrik di wilayah Karawang, kami memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat," kata Eiji.

Sebelumnya, Unicharm telah berkontribusi menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum pada 2021.

Kini, upaya tersebut dilanjutkan dengan restorasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.

"Kami berharap upaya ini mampu membantu mereduksi laju abrasi pantai, memulihkan keseimbangan ekosistem kelautan, memberikan rasa aman bagi warga sekitar, sekaligus menjadi perwujudan konkret dari slogan kami, Ethical Living for SDGs untuk terus menciptakan masa depan yang hijau bagi generasi mendatang," tuturnya.

Buat lingkungan, 1.000 bibit mungkin terlihat seperti angka. Namun jika dirawat dan tumbuh bersama, ribuan pohon itu bisa menjadi benteng alami bagi pesisir dan investasi untuk generasi berikutnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH