BEAUTY

Catat, 6 Kombinasi Bahan Perawatan Kulit yang Tidak Bisa Dicampur

Mia Vale
Kamis 09 Juni 2022 / 11:05
Jakarta: Saat ini beragam perawatan kulit yang ditawarkan berbagai produsen kosmetik. Dan kadang, banyak pula para perempuan mulai memakai skincare berlapis laiknya konsep Japanese 10-Step Skincare Routine. Padahal, para 'pengikut' konsep ini belum paham kandungan skincare yng digunakan. 

Mereka tidak tahu, apakah pemakaian berlapis itu bisa menimbulkan banyak masalah kulit atau tidak? Utamanya bila kandungan yang dipakai tidak tepat. Bahkan, beberapa topikal tidak aktif ketika digabungkan, mengacaukan bahan penting, atau meningkatkan iritasi kulit. 

“Beberapa bahan tidak cocok satu sama lain,” ujar Brooke Sikora, MD, seorang dokter kulit di Chestnut Hill, Massachusetts, seperti dikutio dri Everyday Health. 

Bahan-bahan yang tidak boleh dilapis adalah bahan-bahan yang sulit untuk tetap stabil dalam formula, meningkatkan risiko iritasi bersama-sama, atau membatalkan satu sama lain saat digabungkan. 

Nah, sebelum mencampur perawatan kulit yang kamu punya, ada baiknya mengetahui kandungan skincare apa saja yang tidak boleh dicampur. 
 

1. Retinol dan AHA/BHA 


Kedua turunan vitamin A, biasanya menjadi pilihan dokter kulit untuk anti-penuaan karena mereka mempercepat pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen untuk kulit bercahaya dan bebas garis halus. 

Namun, keduanya bisa mengelupas lapisan luar kulit. “Mereka memiliki efek samping yang berpotensi mengiritasi, terutama dalam kombinasi,” kata Elizabeth Bahar Houshmand, MD, dokter kulit bersertifikat di Dallas. 


skincare yang ga boleh dicampur
(Ada baiknya kamu konsultasikan pada dokter kulit atau dermatologist untuk mendapatkan formulasi skincare yang paling tepat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

2. BHA dan Benzoyl Peroxide


Retinoid dikenal sebagai anti-penuaan, tetapi juga kuat dalam menghilangkan jerawat, karena mereka mengelupas kulit untuk mencegah pori-pori tersumbat. Karena itu, kamu mungkin tergoda untuk menggunakan retinoid dan benzoil peroksida. 

“Benzoil peroksida dapat menonaktifkan molekul retinoid,” tandas Dr Sikora. Artinya, niat baik kamu melawan jerawat menjadi bumerang. Sebagai alternatif, pertimbangkan untuk menggunakan benzoil peroksida di pagi hari dan retinol kamu di malam hari. 
 

3. Vitamin C dan AHA


Terkadang, kita akan melakukan cara apapun yang bisa membuat kulit wajah terlihat lebih cerah merona, salah satunya menggunakan skincare dengan kandungan Vitamin C dan AHA. 

"Namun, vitamin C adalah bahan yang sulit untuk diformulasikan karena paling efektif dalam lingkungan pH asam. Retinol bekerja pada pH yang lebih tinggi (lebih basa). Jika digunakan bersama-sama, mereka tidak akan bekerja secara optimal,” jelas Sikora. Mencampurkan kedua bahan ini hanya akan mengganggu keseimbangan pH kulit dan dapat memicu iritasi pada kulit. 
 

4. AHA/BHA dan Niacinamide 


Sangat umum memiliki kulit dewasa yang dibebani dengan jerawat juga. Dan untuk melawan jerawat dengan baik, kamu juga dapat menggunakan asam salisilat, asam beta hidroksi (BHA) yang meningkatkan pergantian sel kulit, untuk menjaga pori-pori tetap bersih. 

Tetapi dengan sendirinya, masing-masing dapat mengeringkan kulit, jadi keduanya harus dikombinasikan dengan hati-hati. Risikonya adalah overdrying, yang dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk situasi. Cara mengatasinya, gunakan salisilat di pagi hari dan retinoid di malam hari. 
 

5. Pembersih berbasis sabun dan vitamin C 


Seperti disebutkan sebelumnya, vitamin C paling baik jika diformulasikan dengan pH rendah, meskipun demikian, Leslie Baumann, MD, menulis di MDedge Dermatology bahwa menggunakan pembersih berbahan dasar sabun, yang memiliki pH tinggi, pada akhirnya akan menurunkan kemampuan kulit untuk menyerap vitamin C. Dan itu masalah. 
 

6. Dua produk dengan kandungan sama 


Misalnya Retin-A dan scrub. Retin-A ini berbeda dengan Retinol, Teman Senka! Retin-A adalah kandungan turunan dari Vitamin A yang bekerja untuk meningkatkan pergantian pada sel kulit. Retin-A juga bekerja sebagai pengelupas kulit alami untuk menggantikan kulit baru, sehingga kulit menjadi halus dan lembut. 

Scrub seperti yang kita tau memiliki fungsi yang sama dengan Retin-A. Jadi, kamu wajib menghindari menggunakan keduanya secara bersamaan demi menghindari eksfoliasi berlebihan yang dapat menimbulkan kulit iritasi dan merah-merah.

Ingat, bila mengalami efek samping (kemerahan, terbakar, mengelupas) atau tidak mendapatkan hasil yang inginkan, mungkin ada yang salah dalam cara melapisi skincare. Solusinya, segera ke dokter sebelum parah. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH