BEAUTY

3 Kandungan dalam Sampo dan Kondisioner yang Bisa Merusak Rambut

Medcom
Kamis 04 Agustus 2022 / 07:00
Jakarta: Menggunakan sampo dan kondisioner merupakan salah satu cara untuk merawat rambut. Enggak cuma membersihkan rambut dan kulit kepala, kedua produk ini juga dapat membuat rambut jadi harum dan lembut. 

Akan tetapi, faktaya tidak semuanya benar lho! Ternyata ada beberapa bahan yang biasa ditemukan dalam sampo dan kondisioner yang sebenarnya mengandung racun. Tidak hanya dapat merusak rambut seiring waktu, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar juga.

Berikut ini kandungan bahan yang biasa terdapat dalam sampo dan efeknya pada rambut: 
 

Paraben 

Paraben ditambahkan ke sampo dan kondisioner sebagai pengawet, untuk memperpanjang umur simpan dan menghambat pertumbuhan bakteri. Sayangnya, mereka juga cepat diserap ke dalam tubuh melalui kulit dan dapat meniru hormon estrogen wanita, sehingga menyebabkan fluktuasi hormonal yang tidak normal.
 

Sulfat 

Kandungan sulfat, termasuk SLS (sodium lauryl sulfate), SLES (sodium laureth sulfate) dan ammonium lauryl sulfate adalah surfaktan. Itu berarti kandungan ini digunakan untuk meluruhkan dan menghilangkan kotoran dan minyak dari rambut.

Namun sayangnya, mereka juga bisa menyebabkan kerusakan. Mereka bisa menghilangkan minyak alami dari rambut, membuat rambut kering, rapuh, dan mudah patah. Lebih buruknya lagi, mereka dapat memicu reaksi alergi dan merusak folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut baru terhentikan yang akhirnya menyebabkan rambut menipis.


(Untuk sebagian orang menggunakan sampo dan kondisioner bisa menjadi hal yang menenangkan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

Phthalates

Phthalates digunakan untuk meningkatkan 'penyebaran', atau fleksibilitas, produk kosmetik dan rumah tangga. Dalam sampo dan kondisioner, mereka ditambahkan untuk membuatnya 'menempel' lebih baik pada rambut dan kulit kepala.

Tetapi phthalatess memiliki risiko, yaitu mereka diketahui mengganggu aktivitas hormon baik pada pria maupun wanita. Dengan demikian meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, serta berkontribusi pada infertilitas pria, serta pubertas dini pada anak perempuan.

Gangguan pada aktivitas hormonal yang normal juga dapat menimbulkan masalah bagi rambut kita. Dokter kulit di Miami, Janice Lima-Maribona, MD, menjelaskan kadar hormon dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas rambut. 

"Tekstur rambut secara langsung berkaitan dengan masalah hormonal yang berhubungan dengan tiroid serta kadar estrogen dan testosteron," tutupnya.
(yyy)

MOST SEARCH