BEAUTY

Penyebab Jerawat di Leher, Kenapa Bisa Muncul?

A. Firdaus
Kamis 20 Agustus 2026 / 14:50
Ringkasnya gini..
  • Jerawat nggak cuma bisa muncul di wajah.
  • Area leher juga bisa mengalami breakout, mulai dari bintik kecil sampai jerawat yang merah dan terasa sakit.
  • Pori-pori yang tersumbat, perubahan hormon, keringat, gesekan, hingga produk rambut bisa ikut memicu munculnya jerawat di leher.
Jakarta: Jerawat nggak cuma bisa muncul di wajah. Area leher juga bisa mengalami breakout, mulai dari bintik kecil sampai jerawat yang merah dan terasa sakit.

Penyebabnya pun nggak selalu karena kulit kurang bersih. Pori-pori yang tersumbat, perubahan hormon, keringat, gesekan, hingga produk rambut bisa ikut memicu munculnya jerawat di leher.

 

1. Pori-pori tersumbat


Jerawat pada dasarnya terjadi ketika folikel rambut atau pori-pori tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, dan berbagai kotoran. Sumbatan ini kemudian bisa memicu peradangan dan berubah menjadi jerawat.

Karena kelenjar minyak juga terdapat di area leher, bagian ini tetap bisa mengalami breakout.

 

2. Keringat dan cuaca panas


Sering berkeringat bisa membuat jerawat lebih gampang muncul, terutama saat cuaca panas dan lembap. Bukan keringatnya saja yang menjadi masalah, tetapi kombinasi panas, minyak, bakteri, dan gesekan yang dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat.

Makanya, breakout di leher bisa terasa lebih sering muncul setelah olahraga atau aktivitas yang bikin banyak berkeringat.

 

3. Produk rambut


Shampoo, conditioner, hair oil, dan produk styling bisa mengenai kulit leher saat digunakan. Beberapa produk rambut yang mengandung minyak dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat.

Kalau breakout sering muncul di sekitar garis rambut sampai leher, coba perhatikan produk rambut yang kamu gunakan sehari-hari.

   

4. Gesekan dari pakaian atau aksesori


Kerahan baju yang terlalu ketat, kalung, tali, atau benda lain yang terus bergesekan dengan kulit bisa memperparah jerawat.

Risikonya bisa makin besar ketika kulit dalam kondisi berkeringat. Gesekan dan tekanan berulang memang dapat menjadi salah satu pemicu acne mechanica, yaitu jerawat yang muncul akibat tekanan, panas, atau gesekan pada kulit.

 

5. Perubahan hormon


Hormon juga bisa ikut bermain dalam munculnya jerawat. Perubahan hormon tertentu dapat meningkatkan produksi sebum sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Itulah sebabnya sebagian orang mengalami breakout ketika terjadi perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau pada masa pubertas. Jerawat hormonal juga bisa muncul di area leher.

 

6. Bisa jadi bukan jerawat


Nggak semua benjolan di leher otomatis merupakan jerawat. Folikulitis, misalnya, terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan atau infeksi dan bisa terlihat mirip jerawat.

Biasanya, folikulitis muncul sebagai benjolan merah kecil yang terkadang terasa gatal atau nyeri. Kondisi ini juga bisa berkaitan dengan mencukur atau keringat berlebih.

 

Cara mengurangi risiko jerawat di leher


Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah breakout di leher. Bersihkan kulit secara lembut, terutama setelah banyak berkeringat, dan segera ganti pakaian yang sudah basah oleh keringat.

Selain itu, pilih produk skincare dan haircare yang non-comedogenic atau tidak mudah menyumbat pori-pori. Hindari juga pakaian dan aksesori yang terlalu ketat jika sering membuat kulit leher teriritasi.

Kalau jerawat di leher terus muncul, terasa sangat sakit, bernanah, atau meninggalkan bekas, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit. Terlebih jika bentuknya berbeda dari jerawat yang biasanya muncul, karena benjolan di leher belum tentu acne biasa.


Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH