BEAUTY
Tren Skincare Eksfoliasi, Ini Bedanya AHA dan BHA yang Wajib Diketahui
Yuni Yuli Yanti
Rabu 05 Juni 2024 / 08:00
Jakarta: Beauty lovers, saat memilih skincare tentu kamu sering melihat istilah 'AHA' atau BHA' di dalam daftar kandungannya. Kedua bahan ini diyakini dapat memperbaiki tekstur kulit, mengangkat komedo, hingga membuat kulit kering dan kusam menjadi lebih lembap.
Seperti diketahui, AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah senyawa asam yang termasuk efektif untuk eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati. Pasalnya, setiap hari tubuh memproduksi sel kulit baru untuk mengganti sel kulit lama.
Nah, sel kulit mati ini kadang tidak dapat terlepas sempurna dan masih menempel pada kulit. Oleh sebab itu, kamu butuh eksfoliasi menggunakan senyawa kimia tertentu untuk membantu pengelupasannya.
Baik AHA maupun BHA dapat kita temukan dalam berbagai produk kecantikan. Misalnya saja, produk pembersih wajah, serum, pelembap, scrub, peel, dan masker wajah. Dan, untuk memudahkanmu dalam memilih yang sesuai kebutuhan kulit, berikut perbedaan AHA dan BHA yang perlu diketahui!
AHA menjadi semakin populer selama dekade terakhir dalam produk perawatan kulit yang bertujuan meminimalkan tanda-tanda penuaan kulit seperti garis-garis halus, kerutan, photoaging, dan perubahan warna.
Melansir dari laman CeraVe, secara umum AHA dianggap sebagai pilihan pengelupasan kulit yang aman dan efektif, karena bekerja dengan menghilangkan sel-sel kulit mati secara lembut untuk membantu memperbaiki penampilan dan tekstur kulit secara keseluruhan.

(AHA dan BHA menjadi semakin populer selama dekade terakhir dalam produk perawatan kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Inilah sebabnya mengapa asam salisilat dianggap berguna untuk mengatasi pori-pori yang tersumbat dan tekstur kulit yang tidak rata, sedangkan AHA (seperti asam glikolat) cenderung memfokuskan manfaat utamanya pada garis-garis halus, kerutan, dan kerusakan akibat sinar matahari.
BHA umumnya dianggap lebih ringan dari kedua pilihan tersebut, karena memiliki berat molekul yang lebih besar jika dibandingkan dengan AHA. Artinya, AHA, seperti asam glikolat, dapat menimbulkan risiko potensi iritasi yang lebih tinggi pada beberapa jenis kulit. Menggunakan AHA dan BHA dengan benar (sesuai petunjuk label atau sesuai arahan dokter kulit) dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi.
Jika kamu merasa tidak yakin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penilaian kulit yang akurat dan saran terbaik sebelum memulai rutinitas penggunaan eksfoliasi kimia.
Saat menggunakan AHA atau BHA sebagai bagian dari rangkaian perawatan kulit, penting bagimu untuk secara konsisten mengaplikasikan tabir surya berspektrum luas setiap pagi, hujan atau cerah, dan mengaplikasikannya kembali setidaknya setiap dua jam saat menghabiskan waktu lama di luar ruangan.
Hal ini karena efek pengelupasan kulit dari bahan-bahan ini dapat menyebabkan peningkatan fotosensitifitas, sehingga meningkatkan peluang kulitmu terkena kerusakan akibat sinar matahari tanpa tindakan perlindungan yang tepat. Jadi, pastikan kamu selalu menggunakan tabir surya setelah memakai AHA maupun BHA ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Seperti diketahui, AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah senyawa asam yang termasuk efektif untuk eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati. Pasalnya, setiap hari tubuh memproduksi sel kulit baru untuk mengganti sel kulit lama.
Nah, sel kulit mati ini kadang tidak dapat terlepas sempurna dan masih menempel pada kulit. Oleh sebab itu, kamu butuh eksfoliasi menggunakan senyawa kimia tertentu untuk membantu pengelupasannya.
Baik AHA maupun BHA dapat kita temukan dalam berbagai produk kecantikan. Misalnya saja, produk pembersih wajah, serum, pelembap, scrub, peel, dan masker wajah. Dan, untuk memudahkanmu dalam memilih yang sesuai kebutuhan kulit, berikut perbedaan AHA dan BHA yang perlu diketahui!
Asam Alfa-Hidroksi (AHA)
AHA adalah sejenis asam pengelupas yang dikenal sebagai asam alfa-hidroksi. Mereka secara alami terdapat pada tebu (asam glikolat), susu (asam laktat), dan sumber buah-buahan (asam sitrat).AHA menjadi semakin populer selama dekade terakhir dalam produk perawatan kulit yang bertujuan meminimalkan tanda-tanda penuaan kulit seperti garis-garis halus, kerutan, photoaging, dan perubahan warna.
Melansir dari laman CeraVe, secara umum AHA dianggap sebagai pilihan pengelupasan kulit yang aman dan efektif, karena bekerja dengan menghilangkan sel-sel kulit mati secara lembut untuk membantu memperbaiki penampilan dan tekstur kulit secara keseluruhan.
Asam Beta-Hidroksi (BHA)
BHA adalah kategori asam pengelupas kulit lainnya yang dikenal sebagai asam beta-hidroksi. Asam beta-hidroksi memiliki manfaat pengelupasan kulit yang luas untuk sejumlah kondisi dan masalah kulit—termasuk kulit kasar dan bergelombang, jerawat, psoriasis, dermatitis seboroik, dan banyak lagi. Mirip dengan AHA, BHA juga terdapat secara alami di banyak sumber nabati, namun paling sering dibuat di laboratorium saat dimasukkan ke dalam produk kosmetik.
(AHA dan BHA menjadi semakin populer selama dekade terakhir dalam produk perawatan kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
AHA vs BHA
Meskipun AHA dan BHA berfungsi sebagai pengelupas kulit, AHA dikenal sebagai “larut dalam air”, dan BHA dianggap “larut dalam minyak”. Artinya, AHA bekerja di permukaan kulit, sedangkan BHA (seperti asam salisilat) bekerja di permukaan dan juga di dalam pori-pori.Inilah sebabnya mengapa asam salisilat dianggap berguna untuk mengatasi pori-pori yang tersumbat dan tekstur kulit yang tidak rata, sedangkan AHA (seperti asam glikolat) cenderung memfokuskan manfaat utamanya pada garis-garis halus, kerutan, dan kerusakan akibat sinar matahari.
BHA umumnya dianggap lebih ringan dari kedua pilihan tersebut, karena memiliki berat molekul yang lebih besar jika dibandingkan dengan AHA. Artinya, AHA, seperti asam glikolat, dapat menimbulkan risiko potensi iritasi yang lebih tinggi pada beberapa jenis kulit. Menggunakan AHA dan BHA dengan benar (sesuai petunjuk label atau sesuai arahan dokter kulit) dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi.
Lebih baik mana AHA, BHA, atau keduanya?
Jawaban atas pertanyaan ini bergantung pada jenis kulit, tujuan, dan masalah utama kulitmu. Untungnya, dengan jenis produk yang lembut dan menghidrasi yang tepat, banyak manfaat AHA dan BHA yang dapat diperoleh secara bersamaan.Jika kamu merasa tidak yakin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penilaian kulit yang akurat dan saran terbaik sebelum memulai rutinitas penggunaan eksfoliasi kimia.
Saat menggunakan AHA atau BHA sebagai bagian dari rangkaian perawatan kulit, penting bagimu untuk secara konsisten mengaplikasikan tabir surya berspektrum luas setiap pagi, hujan atau cerah, dan mengaplikasikannya kembali setidaknya setiap dua jam saat menghabiskan waktu lama di luar ruangan.
Hal ini karena efek pengelupasan kulit dari bahan-bahan ini dapat menyebabkan peningkatan fotosensitifitas, sehingga meningkatkan peluang kulitmu terkena kerusakan akibat sinar matahari tanpa tindakan perlindungan yang tepat. Jadi, pastikan kamu selalu menggunakan tabir surya setelah memakai AHA maupun BHA ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)