BEAUTY

Ibu Hamil Pakai Retinol, Boleh atau Tidak?

Sri Yanti Nainggolan
Selasa 02 Agustus 2022 / 15:24
Jakarta: Retinol merupakan salah satu kandungan dalam skincare yang memiliki banyak manfaat untuk kecantikan kulit. Namun, tak semua bisa menggunakan retinol, seperti untuk ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya menghindari retinol karena memiliki efek samping yang berdampak pada janin. 
 

Apa itu retinol?

Dilansir dari Alodokter, retinol merupakan turunan dari vitamin A yang masuk dalam kelompok retinoid. Manfaat utama zat ini adalah untuk merangsang pengelupasan sel-sel kulit mati dan mendorong pertumbuhan sel kulit baru, sehingga kulit akan tampak awet muda, cerah, dan halus.

Retinol juga bermanfaat dalam meningkatkan elastisitas kulit, meratakan warna kulit, membantu mengecilkan pori-pori, membantu pembentukan kolagen, dan mengurangi produksi minyak berlebih.

Retinoid bisa ditemukan dalam produk skincare atau kosmetik yang mengandung tazarotene, tretinoin, alitretinoin, retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, dam bexarotene.


Ilustrasi retinol. Foto: Alodokter
 

Kenapa retinol bahaya untuk ibu hamil?

Meski bermanfaat untuk kesehatan kulit, ibu hamil sebaiknya menghindari retinol. Pasalnya, bahan aktif ini bisa terserap ke dalam aliran darah dan menembus plasenta sehingga berisiko menimbulkan efek samping yang berbahaya pada janin.

Salah satu kondisi yang bisa terjadi akibat penggunaan retinol selama hamil adalah sindrom retinoid janin. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat sekitar 18–28 persen dan 60 persen mengalami masalah pada neurokognitif atau gangguan fungsi mental.
 
Baca: Bumil Merapat! Atasi Morning Sickness dengan Makanan Ini

Berikut beberapa gejala dan keluhan yang bisa muncul saat mengalami sindrom retinoid janin akibat pemakaian retinol pada ibu hamil:
  • Mikrotia
  • Stenosis (saluran telinga) sempit
  • Tidak memiliki telinga sama sekali
  • Midface hypoplasia
  • Bibir sumbing
  • Kelumpuhan saraf-saraf wajah
  • Jarak mata yang jauh (hipertelorisme)
  • Kelainan jantung, seperti tetralogy of Fallot atau ventricular septal defects (VSDs)
  • Penumpukan cairan di dalam otak (hidrosefalus)
  • Mikrosefali

Di sisi lain, terlalu banyak terpapar vitamin A selama hamil juga diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.
(SYN)

MOST SEARCH