BEAUTY

Faktor Risiko dan Cara Mencegah Hiperpigmentasi pada Kulit

Raka Lestari
Sabtu 28 November 2020 / 08:00
Jakarta: Hiperpigmentasi adalah sebuah kondisi kulit yang umum. Pada dasarnya adalah perubahan warna yang lebih gelap pada kulit, seperti bintik-bintik penuaan, melasma, dan bintik hitam yang disebabkan bekas jerawat atau bekas luka.

“Faktor risiko hiperpigmentasi adalah sinar matahari atau sinar ultraviolet. Selain itu, ada faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi. Faktor internal itu seperti genetik, hormon, terutama yang sudah menopause, dan juga faktor ras,” ujar dr. Shannaz Nadia Yusharyahya, SpKK (K), MHA, seorang dermatologist, dalam acara Konferensi Pers Virtual Natur-E White.

Sedangkan untuk faktor eksternal, menurut dr. Shannaz hampir 80 persen disebabkan karena matahari. Penyebab lainnya itu seperti kosmetik, obat-obatan, pola hidup, polusi, produk perawtaan kulit sehar-hari.

"Ada juga faktor penyakit lain seperti peradangan. Peradangan yang paling banyak dialami kulit itu adalah jerawat. Kalau terjadi peradangan, pasca radang bisa terjadi hiperpigmentasi yaitu ada bercak-bercak coklat,” jelasnya.

“Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hiperpigmentasi itu, karena hampir sebagian besar disebabkan karena sinar matahari maka sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari langsung. Rawat kulit kita dengan memakai tabir surya,” saran dr. Shannaz.

Menurutnya, selain memberikan nutrisi kulit dari luar tetap harus memberikan nutrisi dari dalam. Yaitu dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

“Dan jangan lupa untuk melakukan gaya hidup yang sehat, seperti olahraga, makan sehat, tidur cukup, dan jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen,” saran dr. Shannaz.

“Untuk mengatasi hiperpigmentasi, bisa menggunakan bahan-bahan natural, misalnya minyak zaitun. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa langsung menggunakannya begitu saja. Tetap harus dilakukan uji klinis terlebih dahulu agar lebih aman,” ujar dr. Shannaz.

Jika dilakukan secara asal-asalan, bahan alami yang seharusnya bisa mengatasi hiperpigmentasi justru akan menyebabkan iritasi di kulit. Kalau yang sudah ada di dalam produk perawatan kulit, biasanya bahan alami tersebut sudah diolah dan dilakukakn uji klinis. Sehingga, menurut dr. Shannaz, aman untuk dipakai di kulit dan tidak menyebabkan efek apapun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH