BEAUTY
Spill 5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Muka Kamu Auto 'Turun Mesin'
Mia Vale
Minggu 27 September 2026 / 08:19
- Setiap orang pasti pengin punya kulit wajah yang tetap kencang, segar, dan awet muda.
- Sayangnya, masalah kulit kendur atau melorot ternyata bisa datang jauh lebih cepat dari yang kamu bayangkan.
- Biar kulit kamu tetap kenyal dan tampak fresh, yuk kenali lima kebiasaan sepele yang bisa bikin kulit wajah makin melorot beserta solusinya!
Jakarta: Setiap orang pasti pengin punya kulit wajah yang tetap kencang, segar, dan awet muda. Sayangnya, masalah kulit kendur atau melorot ternyata bisa datang jauh lebih cepat dari yang kamu bayangkan.
Meskipun penuaan adalah proses yang alami, banyak kebiasaan harian yang tanpa disadari justru merusak elastisitas kulit dan mengacaukan hasil dari perawatan rutin kamu.
Biar kulit kamu tetap kenyal dan tampak fresh, yuk kenali lima kebiasaan sepele yang bisa bikin kulit wajah makin melorot beserta solusinya!
Ini kesalahan paling fatal! Paparan sinar ultraviolet (UV) adalah musuh utama kolagen dan elastin, dua jaringan penting yang menjaga struktur kulit tetap kencang.
Bahkan paparan singkat saat berjalan santai atau sekadar duduk dekat jendela tetap bisa menumpuk kerusakan dari waktu ke waktu. Efeknya? Garis halus muncul lebih awal dan kulit kehilangan kelenturannya.
Langkah antisipasinya, pakai sunscreen spektrum luas (broad-spectrum) minimal SPF 30 setiap hari, apa pun cuacanya. Aplikasikan ulang (reapply) setiap 2–3 jam sekali saat beraktivitas di luar ruangan. Dan jangan lewatkan area leher, rahang, hingga dada atas.
Kualitas tidur sangat memengaruhi kesehatan kulit kamu. Saat tidur nyenyak—khususnya antara pukul 22.00 hingga 02.00—proses regenerasi sel dan pemulihan jaringan kulit berada di tingkat puncak.
Kalau jam tidur kamu sering berantakan, proses perbaikan alami ini bakalan terhambat, bikin kulit jadi kendur, kusam, dan memunculkan lingkaran hitam.
Langkah antisipasinya yaitu usahakan tidur cukup selama 7–9 jam setiap malam. Coba posisi tidur telentang untuk meminimalkan tekanan dan gesekan pada wajah. Dan bisa juga gunakan sarung bantal berbahan sutra agar kelembapan kulit tidak mudah terserap bahan bantal.
Stres kronis memicu lonjakan hormon kortisol yang tinggi secara terus-menerus. Hormon ini bisa merusak kemampuan kulit untuk memproduksi kolagen dan memperbaiki dirinya sendiri.
Selain itu, stres juga memicu peradangan internal yang membuat wajah tampak kusam, lelah, dan cepat kendur.
Langkah antisipasinya adalah sisihkan waktu luang harian untuk merelaksasi pikiran, seperti jalan santai, meditasi, atau menulis jurnal. Jaga asupan air putih dan prioritaskan tidur berkualitas untuk membantu pemulihan tubuh. Jika perlu, pertimbangkan perawatan profesional yang difokuskan untuk menstimulasi produksi kolagen.
Racun dalam asap rokok merusak serat kolagen dan elastin secara mendasar. Akibatnya, aliran darah ke permukaan kulit berkurang, membuat elastisitasnya merosot tajam. Kulit pun tampak lebih cekung, kering, dan kerutan halus makin terlihat jelas.
Langkah antisipasinya kurangi secara bertahap atau hentikan kebiasaan merokok demi kesehatan tubuh dan kecantikan kulit. Imbangi dengan perbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan untuk membantu menetralkan radikal bebas.
Sering mengonsumsi makanan olahan (processed food), tinggi gula, serta minuman beralkohol bisa memicu proses glikasi. Glikasi terjadi saat molekul gula berikatan dengan serat kolagen, sehingga kolagen menjadi kaku, rapuh, dan mudah rusak.
Kulit pun kehilangan daya membal alaminya. Langkah antisipasinya yaitu perbanyak makan buah dan sayuran berwarna-warni yang kaya antioksidan.
Pilih sumber protein tanpa lemak serta asam lemak Omega-3 untuk mendukung pembentukan kolagen baru. Dan penuhi kebutuhan cairan harian dengan air putih atau minuman ber-elektrolit agar kulit tetap terhidrasi dari dalam.
Mencegah kulit melorot memang butuh konsistensi, tapi solusinya ada di tangan kamu. Mulai dari merapikan gaya hidup, memakai skincare yang tepat, hingga melakukan perawatan profesional, semua langkah ini bakal menjaga kulit kamu tetap sehat dan kencang lebih lama.
Jangan ragu berkonsultasi dengan ahli dermatologi kalau kamu ingin mendapatkan perawatan yang lebih personal dan intensif!
(TIN)
Meskipun penuaan adalah proses yang alami, banyak kebiasaan harian yang tanpa disadari justru merusak elastisitas kulit dan mengacaukan hasil dari perawatan rutin kamu.
Biar kulit kamu tetap kenyal dan tampak fresh, yuk kenali lima kebiasaan sepele yang bisa bikin kulit wajah makin melorot beserta solusinya!
1. Malas menggunakan sunscreen
Ini kesalahan paling fatal! Paparan sinar ultraviolet (UV) adalah musuh utama kolagen dan elastin, dua jaringan penting yang menjaga struktur kulit tetap kencang.
Bahkan paparan singkat saat berjalan santai atau sekadar duduk dekat jendela tetap bisa menumpuk kerusakan dari waktu ke waktu. Efeknya? Garis halus muncul lebih awal dan kulit kehilangan kelenturannya.
Langkah antisipasinya, pakai sunscreen spektrum luas (broad-spectrum) minimal SPF 30 setiap hari, apa pun cuacanya. Aplikasikan ulang (reapply) setiap 2–3 jam sekali saat beraktivitas di luar ruangan. Dan jangan lewatkan area leher, rahang, hingga dada atas.
2. Kurang tidur dan sering bergadang
(Saat tidur nyenyak di malam hari, tubuh memproduksi kolagen dan hormon pertumbuhan untuk memperbaiki sel kulit yang rusak. Kurang tidur membuat produksi protein ini menurun, sehingga kulit kehilangan elastisitas dan lebih cepat berkerut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Kualitas tidur sangat memengaruhi kesehatan kulit kamu. Saat tidur nyenyak—khususnya antara pukul 22.00 hingga 02.00—proses regenerasi sel dan pemulihan jaringan kulit berada di tingkat puncak.
Kalau jam tidur kamu sering berantakan, proses perbaikan alami ini bakalan terhambat, bikin kulit jadi kendur, kusam, dan memunculkan lingkaran hitam.
Langkah antisipasinya yaitu usahakan tidur cukup selama 7–9 jam setiap malam. Coba posisi tidur telentang untuk meminimalkan tekanan dan gesekan pada wajah. Dan bisa juga gunakan sarung bantal berbahan sutra agar kelembapan kulit tidak mudah terserap bahan bantal.
3. Gak mengelola stres dengan baik
Stres kronis memicu lonjakan hormon kortisol yang tinggi secara terus-menerus. Hormon ini bisa merusak kemampuan kulit untuk memproduksi kolagen dan memperbaiki dirinya sendiri.
Selain itu, stres juga memicu peradangan internal yang membuat wajah tampak kusam, lelah, dan cepat kendur.
Langkah antisipasinya adalah sisihkan waktu luang harian untuk merelaksasi pikiran, seperti jalan santai, meditasi, atau menulis jurnal. Jaga asupan air putih dan prioritaskan tidur berkualitas untuk membantu pemulihan tubuh. Jika perlu, pertimbangkan perawatan profesional yang difokuskan untuk menstimulasi produksi kolagen.
4. Merokok
Racun dalam asap rokok merusak serat kolagen dan elastin secara mendasar. Akibatnya, aliran darah ke permukaan kulit berkurang, membuat elastisitasnya merosot tajam. Kulit pun tampak lebih cekung, kering, dan kerutan halus makin terlihat jelas.
Langkah antisipasinya kurangi secara bertahap atau hentikan kebiasaan merokok demi kesehatan tubuh dan kecantikan kulit. Imbangi dengan perbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan untuk membantu menetralkan radikal bebas.
5. Pola makan tinggi gula
Sering mengonsumsi makanan olahan (processed food), tinggi gula, serta minuman beralkohol bisa memicu proses glikasi. Glikasi terjadi saat molekul gula berikatan dengan serat kolagen, sehingga kolagen menjadi kaku, rapuh, dan mudah rusak.
Kulit pun kehilangan daya membal alaminya. Langkah antisipasinya yaitu perbanyak makan buah dan sayuran berwarna-warni yang kaya antioksidan.
Pilih sumber protein tanpa lemak serta asam lemak Omega-3 untuk mendukung pembentukan kolagen baru. Dan penuhi kebutuhan cairan harian dengan air putih atau minuman ber-elektrolit agar kulit tetap terhidrasi dari dalam.
Mencegah kulit melorot memang butuh konsistensi, tapi solusinya ada di tangan kamu. Mulai dari merapikan gaya hidup, memakai skincare yang tepat, hingga melakukan perawatan profesional, semua langkah ini bakal menjaga kulit kamu tetap sehat dan kencang lebih lama.
Jangan ragu berkonsultasi dengan ahli dermatologi kalau kamu ingin mendapatkan perawatan yang lebih personal dan intensif!
(TIN)