BEAUTY
Bye Kulit Reaktif! Wardah Spill Cara Bikin Skin Immunity Makin Tangguh
Yatin Suleha
Sabtu 26 September 2026 / 18:07
- Pernah merasa kulit tiba-tiba perih, merah, atau breakout?
- Faktanya, 1 dari 2 orang memang mengalami kondisi kulit reaktif.
- Dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE - Dermatologist mengatakan, “Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan."
Jakarta: Pernah merasa kulit tiba-tiba perih, merah, atau breakout? Faktanya, 1 dari 2 orang memang mengalami kondisi kulit reaktif.
Buat bantu atasi masalah ini, Wardah menggelar acara Wardah Derma Longevity Lab di Main Atrium Pondok Indah Mall 2 pada 24–27 September 2026.
Lewat acara ini, kamu bisa nyobain Advanced AI Personalized Skin Analyzer buat mendeteksi pemicu masalah kulit (skin problem triggers) secara presisi.
Hasil analisis bakal dirangkum dalam Skin ID Blueprint yang menghubungkan kondisi kulit kamu dengan enam faktor gaya hidup, mulai dari pola tidur, stres, nutrisi, gut health, aktivitas fisik, hingga paparan harian.
Gak cuma cek kulit berbasis AI, kamu juga bisa konsultasi langsung sama dermatologist dan nyobain tes pendukung seperti Dermascope, Temperature Provocation Test, hingga Wardah Dryness Test.
Dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE - Dermatologist mengatakan, “Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Melalui Advanced Personalized Skin Analyzer dan Advanced Skin ID Blueprint yang dihadirkan di Wardah Skin Longevity Lab, memahami sinyal kulit dilakukan secara lebih objektif."
"Kita dapat menelusuri kemungkinan pemicu kulit bermasalah (skin problem triggers) dengan bantuan interpretasi assesment dari dermatologist dapat menentukan recovery guidance yang lebih tepat untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” beber dr. Arlene lagi.
Wardah juga menggandeng Tropicana Slim sebagai Nutrition Partner untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam.
Tasya Farasya turut membagikan tips bahwa saat kulit sedang reaktif, kuncinya adalah kembali ke basic skincare seperti menggunakan Wardah SkinRescue Moisturizer agar kulit lebih calming dan skin immunity tetap kuat.
“Buat aku, kulit yang sehat adalah kulit yang punya skin immunity yang kuat untuk menghadapi berbagai skin problems."
"Saat kulit sedang reaktif, kembali ke basic skincare, Wardah Skin Rescue Moisturizer tepat digunakan karena terasa calming, easily spreadable texture dan cepat mendukung skin recovery supaya kulit kembali sehat," ujar Tasya Farasya.
Segolene, Global Paragon Wardah Researcher / Scientific Expert menambahkan, "Masa depan skincare bukan cuma soal memperbaiki apa yang terlihat hari ini, tapi tentang memperkuat kemampuan kulit untuk pulih, beradaptasi, dan tetap tangguh dari waktu ke waktu. Kesehatan kulit jangka panjang dimulai dari membangun ketahanan, bukan sekadar memperbaiki kerusakan.”
Selain belajar kesehatan kulit di Science Gallery, kamu bisa berburu promo eksklusif Buy 1 Get 1 hingga hadiah menarik seperti hologram pouch, tumbler, dan padel bag. Buat kamu yang enggak sempat datang langsung ke PIM 2, promo eksklusif ini juga bisa diakses secara online lewat aplikasi Shopee.
(TIN)
Buat bantu atasi masalah ini, Wardah menggelar acara Wardah Derma Longevity Lab di Main Atrium Pondok Indah Mall 2 pada 24–27 September 2026.
Lewat acara ini, kamu bisa nyobain Advanced AI Personalized Skin Analyzer buat mendeteksi pemicu masalah kulit (skin problem triggers) secara presisi.
Hasil analisis bakal dirangkum dalam Skin ID Blueprint yang menghubungkan kondisi kulit kamu dengan enam faktor gaya hidup, mulai dari pola tidur, stres, nutrisi, gut health, aktivitas fisik, hingga paparan harian.
Gak cuma cek kulit berbasis AI, kamu juga bisa konsultasi langsung sama dermatologist dan nyobain tes pendukung seperti Dermascope, Temperature Provocation Test, hingga Wardah Dryness Test.
Dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE - Dermatologist mengatakan, “Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Melalui Advanced Personalized Skin Analyzer dan Advanced Skin ID Blueprint yang dihadirkan di Wardah Skin Longevity Lab, memahami sinyal kulit dilakukan secara lebih objektif."
(Wardah Derma Longevity Lab memanfaatkan teknologi AI untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang secara optimal, dan hadir juga Tasya Farasya yang bagikan tips kesehatan kulit. Foto: Dok. Istimewa)
"Kita dapat menelusuri kemungkinan pemicu kulit bermasalah (skin problem triggers) dengan bantuan interpretasi assesment dari dermatologist dapat menentukan recovery guidance yang lebih tepat untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” beber dr. Arlene lagi.
Wardah juga menggandeng Tropicana Slim sebagai Nutrition Partner untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam.
Tasya Farasya turut membagikan tips bahwa saat kulit sedang reaktif, kuncinya adalah kembali ke basic skincare seperti menggunakan Wardah SkinRescue Moisturizer agar kulit lebih calming dan skin immunity tetap kuat.
“Buat aku, kulit yang sehat adalah kulit yang punya skin immunity yang kuat untuk menghadapi berbagai skin problems."
"Saat kulit sedang reaktif, kembali ke basic skincare, Wardah Skin Rescue Moisturizer tepat digunakan karena terasa calming, easily spreadable texture dan cepat mendukung skin recovery supaya kulit kembali sehat," ujar Tasya Farasya.
Segolene, Global Paragon Wardah Researcher / Scientific Expert menambahkan, "Masa depan skincare bukan cuma soal memperbaiki apa yang terlihat hari ini, tapi tentang memperkuat kemampuan kulit untuk pulih, beradaptasi, dan tetap tangguh dari waktu ke waktu. Kesehatan kulit jangka panjang dimulai dari membangun ketahanan, bukan sekadar memperbaiki kerusakan.”
Selain belajar kesehatan kulit di Science Gallery, kamu bisa berburu promo eksklusif Buy 1 Get 1 hingga hadiah menarik seperti hologram pouch, tumbler, dan padel bag. Buat kamu yang enggak sempat datang langsung ke PIM 2, promo eksklusif ini juga bisa diakses secara online lewat aplikasi Shopee.
(TIN)