BEAUTY
Pelembap Gel vs Krim, Inilah Perbedaan yang Harus Kamu Ketahui
Mia Vale
Kamis 01 Januari 2026 / 16:00
Jakarta: Menjaga kelembapan kulit sangat penting untuk kesehatan kulit secara keseluruhan. Namun, dilema umum muncul ketika kamu ingin membeli pelembap atau moisturizer.
Harus beli moisturizer gel atau krim? Ya, ini bukan hanya masalah preferensi pribadi, ini tentang memahami perbedaan mendasar antara formulasi gel dan krim serta bagaimana keduanya berinteraksi dengan kulit unikmu.
Sebenarnya, perbedaan yang paling langsung dan mudah terlihat antara pelembap krim dan gel terletak pada tekstur dan konsistensinya.
Perbedaan ini berasal langsung dari komposisi utamanya dan bahan-bahan yang digunakan untuk mencapai sensasi dan fungsi uniknya.
Tapi, kamu akan dibekali dengan semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk memilih pelembap yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit, membantu mencapai kilau sehat dan bercahaya yang selalu kamu inginkan. Berikut penjelasannya!
.jpg)
(Perdebatan antara pelembap gel dan krim bukanlah tentang mana yang secara inheren "lebih baik" daripada yang lain. Ini tentang menemukan formulasi ideal yang paling tepat buat kamu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Diibaratkan percikan air dingin di kulitmu. Itulah pengalaman yang sering dirasakan saat menggunakan pelembap gel. Konsistensi dan tekstur moisturizer gel menurut laman blog Ningen, biasanya transparan atau semi-transparan, dengan konsistensi ringan, hampir seperti jeli.
Terasa dingin dan menyegarkan saat diaplikasikan dan mudah dioleskan tanpa meninggalkan residu yang berat. Teksturnya jauh lebih encer bila dibandingkan mosturizer krim.
Pelembap gel berbahan dasar air dan humektan (bahan yang menarik kelembapan dari udara, seperti asam hialuronat atau gliserin) yang lebih tinggi.
Kandungan minyaknya sangat rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali. Produk ini menyerap ke kulit dengan sangat cepat, sering kali hanya dalam hitungan detik, meninggalkan hasil akhir matte atau sedikit lembap tanpa rasa lengket atau berminyak.
Selain air, asam hialuronat, lidah buaya, gliserin, berbagai ekstrak tumbuhan, dan terkadang asam salisilat atau niacinamide menjadi formulasi gel.
Bahan-bahan ini berfungsi untuk menghidrasi, menenangkan, dan seringkali memberikan manfaat tambahan seperti mengecilkan pori-pori atau mengontrol produksi sebum.
Krim pelembap menjadi pilihan klasik, dikenal karena sensasinya yang nyaman dan melindungi. Konsistensinya bersifat buram, mulai dari konsistensi seperti losion ringan hingga balsem kental seperti mentega. Teksturnya terasa lebih melembutkan dan lebih padat daripada gel.
Komposisi moisturizer krim merupakan emulsi, campuran minyak dan air, dengan kandungan minyak yang lebih tinggi daripada gel. Krim sering mengandung campuran emolien (bahan yang melembutkan dan menghaluskan kulit, seperti ceramide atau asam lemak) dan oklusif (bahan yang membentuk lapisan pelindung untuk mencegah kehilangan air, seperti petrolatum atau dimethicone).
Pelembap krim cenderung membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menyerap dan sering kali meninggalkan hasil akhir yang sedikit lembap atau halus, terkadang dengan sensasi lapisan pelindung.
Produknya mengandung bahan-bahan seperti ceramide, asam lemak, kolesterol, shea butter, cocoa butter, squalane, berbagai minyak (jojoba, argan, bunga matahari), dan petrolatum.
Bahan-bahan ini sangat bagus untuk memulihkan lapisan pelindung kulit dan memberikan kelembapan yang dalam dan tahan lama.
Untuk kulit berminyak atau kombinasi, moisturizer gel bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman, di mana teksturnya ringan, cepat meresap, dan tidak menyumbat pori-pori.
Sebaliknya, untuk kulit kering, moisturizer cream akan memberikan kelembapan yang lebih maksimal, di mana teksturnya bisa membantu mengatasi kulit terasa ketarik.
Ingat, perdebatan antara pelembap gel dan krim bukanlah tentang mana yang secara inheren "lebih baik" daripada yang lain. Ini tentang menemukan formulasi ideal yang selaras dengan kebutuhan unik kulit, lingkungan, dan preferensi pribadi kamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Harus beli moisturizer gel atau krim? Ya, ini bukan hanya masalah preferensi pribadi, ini tentang memahami perbedaan mendasar antara formulasi gel dan krim serta bagaimana keduanya berinteraksi dengan kulit unikmu.
Sebenarnya, perbedaan yang paling langsung dan mudah terlihat antara pelembap krim dan gel terletak pada tekstur dan konsistensinya.
Perbedaan ini berasal langsung dari komposisi utamanya dan bahan-bahan yang digunakan untuk mencapai sensasi dan fungsi uniknya.
Tapi, kamu akan dibekali dengan semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk memilih pelembap yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit, membantu mencapai kilau sehat dan bercahaya yang selalu kamu inginkan. Berikut penjelasannya!
Pelembap gel: pelembap ringan
.jpg)
(Perdebatan antara pelembap gel dan krim bukanlah tentang mana yang secara inheren "lebih baik" daripada yang lain. Ini tentang menemukan formulasi ideal yang paling tepat buat kamu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Diibaratkan percikan air dingin di kulitmu. Itulah pengalaman yang sering dirasakan saat menggunakan pelembap gel. Konsistensi dan tekstur moisturizer gel menurut laman blog Ningen, biasanya transparan atau semi-transparan, dengan konsistensi ringan, hampir seperti jeli.
Terasa dingin dan menyegarkan saat diaplikasikan dan mudah dioleskan tanpa meninggalkan residu yang berat. Teksturnya jauh lebih encer bila dibandingkan mosturizer krim.
Pelembap gel berbahan dasar air dan humektan (bahan yang menarik kelembapan dari udara, seperti asam hialuronat atau gliserin) yang lebih tinggi.
Kandungan minyaknya sangat rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali. Produk ini menyerap ke kulit dengan sangat cepat, sering kali hanya dalam hitungan detik, meninggalkan hasil akhir matte atau sedikit lembap tanpa rasa lengket atau berminyak.
Selain air, asam hialuronat, lidah buaya, gliserin, berbagai ekstrak tumbuhan, dan terkadang asam salisilat atau niacinamide menjadi formulasi gel.
Bahan-bahan ini berfungsi untuk menghidrasi, menenangkan, dan seringkali memberikan manfaat tambahan seperti mengecilkan pori-pori atau mengontrol produksi sebum.
Krim pelembap: nutrisi yang kaya
Krim pelembap menjadi pilihan klasik, dikenal karena sensasinya yang nyaman dan melindungi. Konsistensinya bersifat buram, mulai dari konsistensi seperti losion ringan hingga balsem kental seperti mentega. Teksturnya terasa lebih melembutkan dan lebih padat daripada gel.
Komposisi moisturizer krim merupakan emulsi, campuran minyak dan air, dengan kandungan minyak yang lebih tinggi daripada gel. Krim sering mengandung campuran emolien (bahan yang melembutkan dan menghaluskan kulit, seperti ceramide atau asam lemak) dan oklusif (bahan yang membentuk lapisan pelindung untuk mencegah kehilangan air, seperti petrolatum atau dimethicone).
Pelembap krim cenderung membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menyerap dan sering kali meninggalkan hasil akhir yang sedikit lembap atau halus, terkadang dengan sensasi lapisan pelindung.
Produknya mengandung bahan-bahan seperti ceramide, asam lemak, kolesterol, shea butter, cocoa butter, squalane, berbagai minyak (jojoba, argan, bunga matahari), dan petrolatum.
Bahan-bahan ini sangat bagus untuk memulihkan lapisan pelindung kulit dan memberikan kelembapan yang dalam dan tahan lama.
Jadi, mana yang lebih bagus?
Untuk kulit berminyak atau kombinasi, moisturizer gel bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman, di mana teksturnya ringan, cepat meresap, dan tidak menyumbat pori-pori.
Sebaliknya, untuk kulit kering, moisturizer cream akan memberikan kelembapan yang lebih maksimal, di mana teksturnya bisa membantu mengatasi kulit terasa ketarik.
Ingat, perdebatan antara pelembap gel dan krim bukanlah tentang mana yang secara inheren "lebih baik" daripada yang lain. Ini tentang menemukan formulasi ideal yang selaras dengan kebutuhan unik kulit, lingkungan, dan preferensi pribadi kamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)