BEAUTY

Pelembap Biasa, Krim Malam, atau Sleeping Mask? Ini Bedanya dan Urutan Pakainya

Yatin Suleha
Rabu 09 September 2026 / 16:09
Ringkasnya gini..
  • Skincare malam sekarang bisa panjang banget. Ada serum, pelembap, krim malam, sampai sleeping mask.
  • Kalau krim malam yang digunakan sudah memberikan hidrasi yang cukup, kamu gak harus menambahkan pelembap biasa di bawahnya.
  • Jadi, sebelum menumpuk semuanya di wajah, kenali dulu bedanya.
Jakarta: Skincare malam sekarang bisa panjang banget. Ada serum, pelembap, krim malam, sampai sleeping mask. Masalahnya, apa semuanya memang perlu dipakai sekaligus? Atau sebenarnya cukup pilih salah satu?

Nah, meski sama-sama digunakan pada malam hari, pelembap biasa, krim malam, dan sleeping mask gak selalu punya fungsi yang sama. Jadi, sebelum menumpuk semuanya di wajah, kenali dulu bedanya.

 

Pelembap biasa: si basic yang penting


Pelembap atau moisturizer punya fungsi utama menjaga kulit tetap terhidrasi dan membantu mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit. Teksturnya pun beragam, mulai dari gel yang ringan sampai krim yang lebih rich.

Produk ini termasuk basic skincare yang bisa digunakan dalam rutinitas malam. Bahkan, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap.

Untuk kulit yang rentan berjerawat, American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan memilih pelembap berlabel non-comedogenic agar lebih kecil kemungkinannya menyumbat pori.


perbedaan
(Perbedaan pelembap biasa, krim malam, dan sleeping mask. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
 

Krim malam: lebih fokus pada kebutuhan kulit


Lalu ada krim malam yang biasanya punya tekstur lebih rich dan dapat diformulasikan dengan bahan aktif tertentu sesuai kebutuhan kulit.

Jadi, krim malam gak otomatis berarti “pelembap yang lebih bagus”. Yang perlu dilihat justru kandungan dan tujuan formulanya.

Kalau krim malam yang digunakan sudah memberikan hidrasi yang cukup, kamu gak harus menambahkan pelembap biasa di bawahnya.
 
 

Sleeping mask: ekstra hidrasi sebelum tidur


Sementara itu, sleeping mask biasanya digunakan sebagai perawatan tambahan pada malam hari. Beberapa formulanya dirancang untuk memberikan hidrasi ekstra dan digunakan sebagai Langkah terakhir sebelum tidur.

Tapi, jangan menganggap semua sleeping mask harus dipakai dengan cara yang sama. Ada produk yang memang dipakai setelah pelembap, sementara formula lain bisa dirancang untuk menggantikan moisturizer.

American Academy of Dermatology juga menekankan bahwa face mask bukan pengganti rutinitas skincare dasar seperti membersihkan wajah dan menggunakan pelembap.

 

 

Jadi, urutan pakainya gimana?


Kalau produknya memang memungkinkan untuk digunakan bersamaan, urutannya secara umum:

Cleanser - Toner atau essence - Serum - Pelembap atau krim malam - Sleeping mask

Kuncinya ada di kata “atau”. Kalau krim malam sudah berfungsi sebagai moisturizer, gak perlu memaksakan pelembap biasa lagi. Begitu juga kalau sleeping mask sudah diformulasikan sebagai pelembap.

Intinya, nggak perlu punya rutinitas skincare yang panjang hanya karena semua produknya kelihatan menarik. Yang penting, pilih sesuai kebutuhan kulit dan selalu cek petunjuk penggunaan masing-masing produk.


Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH