BEAUTY

Pre-Serum vs Serum: Apa Sih Bedanya? Yuk, Kenalan!

Yatin Suleha
Rabu 02 September 2026 / 20:58
Ringkasnya gini..
  • Pre-serum digunakan sebelum serum dan sifatnya merupakan step tambahan.
  • Serum biasanya digunakan untuk menargetkan kebutuhan kulit tertentu dengan kandungan aktif.
  • Pre-serum bukan produk wajib, sehingga penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
Jakarta: Kalau serum sudah jadi produk wajib buat banyak orang, istilah pre-serum mungkin masih bikin bingung. Namanya memang mirip, tetapi keduanya gak bisa dianggap sebagai produk yang sama.

Apalagi kalau kamu suka layering skincare. Jangan sampai karena ingin kulit makin glowing, step skincare malah makin panjang tanpa tahu fungsi setiap produknya. Lantas, apa perbedaan pre-serum dan serum biasa?
 

Apa itu pre-serum?


Pre-serum adalah produk skincare yang digunakan sebelum serum. Berbeda dari serum yang umumnya ditujukan untuk kebutuhan kulit tertentu, pre-serum lebih sering ditempatkan sebagai step tambahan dalam rutinitas skincare.

 

Namun, perlu digarisbawahi, pre-serum bukan kategori skincare dengan definisi dan fungsi yang seragam. Kandungan serta manfaatnya bisa berbeda tergantung formulasi masing-masing produk.

Ada pre-serum yang difokuskan untuk memberikan hidrasi atau mempersiapkan kulit sebelum penggunaan produk berikutnya. Karena itu, jangan hanya melihat nama produknya. Cek kandungan dan petunjuk pemakaian pada kemasan.



(Ilustrasi perbedaan pre-serum dan serum. Foto: Dok. AI Generated)

 

Serum punya fungsi yang lebih spesifik


Kalau pre-serum lebih bersifat sebagai step tambahan, serum biasanya dipilih untuk menargetkan kebutuhan kulit tertentu.

Kandungannya pun beragam. Misalnya, serum vitamin C dapat memberikan efek antioksidan dan membantu menyamarkan hiperpigmentasi. 

Ada juga serum dengan kandungan seperti niacinamide, hyaluronic acid, salicylic acid, hingga retinoid. Tentunya, manfaat dan cara penggunaannya bisa berbeda sesuai bahan aktif yang digunakan.

American Academy of Dermatology (AAD) juga mengingatkan bahwa menggunakan terlalu banyak produk sekaligus, terutama produk dengan bahan aktif, bisa meningkatkan risiko iritasi. 
 

Perlu pakai pre-serum sebelum serum?


Rutinitas skincare gak harus panjang supaya efektif. Cleveland Clinic juga menyebut serum sebagai salah satu produk yang sifatnya tidak wajib dalam rutinitas dasar. Pemilihannya bisa disesuaikan dengan kondisi dan tujuan perawatan kulit. 

Kalau ingin memakai pre-serum dan serum sekaligus, ikuti petunjuk pemakaian dari masing-masing produk. Secara umum, produk skincare diaplikasikan dari tekstur yang lebih ringan ke lebih berat. 

Jadi, urutannya bisa berupa cleanser, toner atau essence jika digunakan, pre-serum, serum, moisturizer, lalu sunscreen untuk rutinitas pagi.

   

Jangan asal layering skincare


Yang gak kalah penting, perhatikan kandungan dalam setiap produk yang dipakai bersamaan. Jangan sampai pre-serum dan serum sama-sama memiliki bahan aktif yang berpotensi mengiritasi kulit.

Kalau baru mencoba produk skincare, AAD menyarankan melakukan uji pada area kecil terlebih dahulu untuk melihat apakah muncul reaksi seperti kemerahan, gatal, atau bengkak. 

Jadi, pre-serum bukan pengganti serum dan bukan pula step wajib. Kalau rutinitas skincare yang simpel sudah cocok untuk kulitmu, gak perlu menambah produk hanya karena sedang tren. Yang penting, pilih produk berdasarkan kebutuhan kulit dan gunakan sesuai petunjuknya.


Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH