Masker Kunyit, Madu, dan Yoghurt untuk Redakan Iritasi di Wajah
Jakarta: Bila kamu ingin mengatasi masalah iritasi kulit, ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan sekarang yaitu dengan membuat masker. Kamu hanya perlu memadukan kunyit, madu, dan yoghurt menjadi satu!
Dokter kulit berbasis di New York City, Dr. Hadley King merekomendasikan masker berbasis yoghurt dengan kunyit dan madu. Ini karena beberapa alasan.
Kunyit adalah anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi kemerahan dan iritasi, sementara madu bertindak sebagai agen anti-mikroba untuk membantu mencegah jerawat. King juga mengatakan bahwa kombinasi ini bisa berfungsi sebagai pelindung di sekitar kulit.
Selain itu, King juga merekomendasikan yoghurt Yunani karena kandungan airnya yang lebih rendah. Hal ini membuatnya lebih tebal dan lebih mudah digunakan dalam masker. Yoghurt yunani juga mengandung asam laktat, yang membantu memberikan pengelupasan lembut yang dapat menyebabkan cahaya tambahan dan pencegahan jerawat.
Juga, probiotik dalam yogurt dapat meningkatkan mikrobioma kulit yang kita pelajari berperan dalam mengatasi jerawat, rosacea, eksim, dan kondisi kulit lainnya.
Nah, berikut cara mengaplikasikan masker madu, kunyit dan yoghurt dilansir dari Bustle:
Bahan:
- 1 sdt kunyit
- 1 sdt madu
- 1 sdm yoghurt Yunani
Cara membuat:
1. Campurkan ketiga bahan itu mejadi satu, dengan menggunakan tangan atau kuas. Lalu, oleskan ke waja dan diamkan selama 20 menit. Setelah selesai, bilas dengan air dan keringkan kulit.
2. Untuk mencegah kunyit menguningkan pada kulitmu, King merekomendasikan untuk membuat pasta dari dua bahan pertama sebelum menambahkan kunyit.
3. Jangan lupa tes tempel
Satu hal yang perlu diperhatikan saat membuat masker wajah di rumah adalah kamu perlu tahu bagaimana kulit akan bereaksi terhadap bahan-bahan tersebut. Itulah sebabnya dokter kulit yang berbasis di New York City, Dr. Hadley King merekomendasikan tes tempel.
"Uji masker di bagian dalam lengan Anda dan biarkan selama Anda berencana untuk meninggalkan masker wajah, lalu bilas. Jika ada kemerahan, gatal, atau kekar pada minggu berikutnya di lokasi uji tempel, maka saya akan mempertimbangkan mencoba bahan yang berbeda,” jelasnya.
Selamat mencoba!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)