BEAUTY

Jerawat di Pipi Susah Hilang? Begini Cara Mengatasinya!

A. Firdaus
Rabu 14 Oktober 2026 / 13:00
Ringkasnya gini..
  • Jerawat di pipi bisa dipicu pori-pori tersumbat, perubahan hormon, hingga produk makeup dan skincare tertentu.
  • Bahan aktif antijerawat, pelembap, dan sunscreen bisa membantu merawat kulit berjerawat.
  • Hindari memencet jerawat agar nggak makin meradang dan meninggalkan bekas.

Jakarta: Jerawat di pipi tuh kadang bikin gemas sendiri. Sudah rajin skincare-an, eh, malah muncul jerawat baru. Belum lagi kalau jerawatnya meradang atau meninggalkan bekas kehitaman yang susah pudar.

Eits, jangan buru-buru menyalahkan skincare yang kamu pakai, ya! Menurut American Academy of Dermatology (AAD), jerawat terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, kemudian mengalami peradangan. Perubahan hormon serta penggunaan produk kosmetik tertentu juga bisa berperan.

Lantas, gimana cara mengatasi jerawat di pipi biar nggak makin parah? Yuk, simak langkah-langkah berikut!

 

Natural Skincare Portrait with Acne Texture
Seorang perempuan menyentuh area pipi yang mengalami jerawat dan kemerahan. (Foto: AI Generated)

 

Bersihkan wajah tanpa bikin kulit tersiksa

Punya jerawat bukan berarti kamu harus mencuci muka berkali-kali sampai kulit terasa kesat. Justru, membersihkan wajah secara berlebihan bisa memicu iritasi dan memperburuk kondisi kulit.

AAD menyarankan untuk mencuci wajah maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat menggunakan pembersih yang lembut. Hindari scrub kasar atau menggosok wajah terlalu kencang, apalagi saat jerawat sedang meradang.

Buat kamu yang sehari-hari pakai makeup, jangan sampai ketiduran dengan foundation atau concealer masih menempel, ya!

 

Pilih bahan aktif yang sesuai

Nggak semua jerawat membutuhkan kandungan skincare yang sama. Jadi, jangan asal ikut tren bahan aktif tanpa mengenali kebutuhan kulitmu.

AAD merekomendasikan beberapa kandungan yang bisa membantu mengatasi jerawat ringan, seperti:

  • Salicylic acid, membantu membuka pori-pori tersumbat, terutama pada komedo.

  • Benzoyl peroxide, membantu mengatasi jerawat dengan mengurangi bakteri penyebab jerawat dan peradangan.

  • Adapalene, membantu mencegah penyumbatan pori-pori dan mengatasi komedo serta jerawat tertentu.

Coba mulai dari satu bahan aktif terlebih dahulu sesuai petunjuk pemakaian. Jangan langsung menumpuk berbagai produk antijerawat karena kulit bisa mengalami iritasi. Jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, konsultasikan penggunaan obat jerawat kepada dokter, terutama retinoid seperti adapalene.

 


Cek lagi skincare dan makeup kamu

Kalau jerawat sering muncul di pipi, coba evaluasi produk yang belakangan kamu gunakan. Beberapa produk kosmetik, skincare, dan perawatan rambut memang bisa memicu jerawat pada kulit yang rentan.

Pilih produk berlabel non-comedogenic, yaitu produk yang dirancang agar nggak menyumbat pori-pori. Jangan skip pelembap hanya karena kulit sedang berjerawat. Kulit tetap membutuhkan hidrasi agar kondisinya terjaga.

Sunscreen dengan SPF minimal 30 juga tetap penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.

 

Stop kebiasaan memencet jerawat

Melihat jerawat yang sudah matang memang bikin tangan gatal ingin memencetnya. Namun, kebiasaan ini justru bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas kehitaman hingga jaringan parut.

Menurut AAD, perawatan jerawat membutuhkan waktu. Perbaikan awal umumnya mulai terlihat dalam empat hingga delapan minggu, meskipun hasil setiap orang bisa berbeda.

Kalau jerawat terasa sakit, berukuran besar, meninggalkan bekas, atau nggak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit. Dengan penanganan yang tepat, jerawat bisa dikendalikan tanpa membuat kulit makin stres.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH