BEAUTY

Boleh Gak Sih Bumil Pakai Lulur Atau Body Scrub? Cek Faktanya di Sini, Bestie!

Yatin Suleha
Minggu 18 Oktober 2026 / 12:05
Ringkasnya gini..
  • Momen kehamilan memang membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit.
  • Gara-gara hormon kehamilan yang lagi naik turun, gak jarang kulit ibu hamil (bumil) jadi gampang kusam.
  • Ibu hamil boleh luluran asal...
Jakarta: Momen kehamilan memang membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit. Gara-gara hormon kehamilan yang lagi naik turun, gak jarang kulit ibu hamil (bumil) jadi gampang kusam, kering, atau muncul tumpukan daki di area lipatan tubuh. 

Nah, pas lagi merasa kulit butuh perawatan, pasti terlintas pertanyaan di kepala: boleh gak sih bumil pakai lulur atau body scrub?

Jawabannya: boleh banget, Bestie! Tapi, ada beberapa catatan penting dan syarat khusus yang wajib dipahami biar momen eksfoliasi tetap aman buat bumil maupun si kecil di dalam kandungan. Yuk, spill faktanya satu per satu!
   

1. Amati kandungan produk, jauhi bahan kimia keras


Kulit bumil biasanya jadi jauh lebih sensitif dari biasanya. Makanya, sebelum oles-oles lulur favorit, pastikan kamu selalu cek tabel ingredients di belakang kemasannya ya.

Bahan yang wajib dihindari: Jauhi produk yang mengandung retinoid/retinol, turunan vitamin A dosis tinggi, hydroquinone, atau asam konsentrasi tinggi.

Bahan yang aman: Pilih lulur dengan kandungan bahan alami yang lembut seperti ekstrak bengkoang, beras, oatmeal, atau shea butter yang ampuh melembapkan tanpa membahayakan janin.
 

2. Pilih butiran scrub yang halus dan lembut


body scrub (2)
(Dr. Adhi Pasha melalui Alodokter menerangkan luluran bagi ibu hamil sebenarnya diperbolehkan sepanjang luluran tersebut dilakukan dengan lembut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 
Prinsip utama eksfoliasi pas hamil adalah serba lembut. Gesekan yang terlalu kasar dari butiran scrub yang besar bisa memicu iritasi atau ruam di kulit bumil yang lagi super sensitif.

Pilih jenis fine scrub: Pakai lulur dengan tekstur butiran yang halus (gentle scrub).

Hindari gosokan kencang: Ingat ya, gosoknya santai saja-gak perlu pake tenaga dalam. Pakai gerakan memutar secara perlahan dan gak perlu pakai tenaga ekstra juga.
 

3. Perhatikan area perut dan posisi saat luluran


Gaya luluran pas lagi hamil tentu gak bisa disamakan dengan pas masa lajang dulu. Ada beberapa area tubuh yang butuh perhatian ekstra.

Area perut: Jangan menggosok area perut terlalu kencang atau menekan terlalu keras, terutama saat usia kehamilan sudah makin membesar. Cukup usap lembut saja ya.

Hati-hati terpeleset: Sisa lulur yang jatuh ke lantai kamar mandi bisa bikin licin. Pastikan bumil duduk di kursi mandi yang stabil biar gak mudah tergelincir.
 

4. Pastikan wangi lulur gak bikin mual


Trimester pertama biasanya identik dengan morning sickness dan sensasi penciuman yang makin tajam. Aroma lulur yang terlalu menyengat atau parfum sintetis yang tajam malah bisa bikin bumil makin mual dan pusing.

Opsi terbaik: Pilih lulur dengan wangi aromaterapi yang menenangkan seperti teh hijau (green tea), chamomile, atau yang unscented (tanpa wangi buatan) sekalian biar makin nyaman.

Catatan penting: Lakukan eksfoliasi cukup 1–2 kali seminggu saja ya, Bestie! Jangan lupa langsung kunci kelembapan kulit pakai body lotion atau stretch mark oil yang aman buat kehamilan setelah selesai mandi. 

Kalau kamu ragu dengan produk tertentu, gak ada salahnya buat konsultasi dulu ke dokter kandungan kepercayaan kamu!
   

Apa kata dokter soal ibu hamil dan luluran atau scrubbing?


Dr. Adhi Pasha melalui Alodokter menerangkan luluran bagi ibu hamil sebenarnya diperbolehkan sepanjang luluran tersebut dilakukan dengan lembut serta tidak terlalu keras ketika melakukan scrubbing atau menggosok kulit karena kulit biasanya cenderung menjadi sensitif ketika wanita sedang hamil sehingga cukup mudah mengalami iritasi.

Ketika dilakukan massage sebelum dilulur, pakailah produk herbal seperti minyak zaitun ataupun minyak kelapa. Posisi tubuh pada saat telentang juga sebaiknya diganjal dengan beberapa bantal. 

Hindarilah massage seperti saat reflexology di bagian kaki, tumit, dan juga telapak kaki karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko munculnya kontraksi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH