Ketiak Masih Kasar Padahal Rutin Eksfoliasi? Ini Penyebabnya!
- Ketiak kasar nggak selalu disebabkan penumpukan sel kulit mati.
- Terlalu sering eksfoliasi justru bisa membuat kulit iritasi dan terasa semakin kasar.
- Kulit ketiak membutuhkan perawatan lembut dan pelembap agar tetap nyaman.
Jakarta: Sudah rajin eksfoliasi ketiak, tetapi kulitnya masih terasa kasar saat disentuh? Padahal, kamu sudah rutin menggunakan scrub atau produk eksfoliasi lainnya.
Jangan buru-buru menambah frekuensi eksfoliasi, ya! Soalnya, ketiak kasar nggak selalu disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati. Ada beberapa hal lain yang bisa membuat tekstur kulit di area tersebut berubah.
Terlalu sering melakukan eksfoliasi
Eksfoliasi memang bisa membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, bukan berarti semakin sering dilakukan, hasilnya akan semakin bagus.
Menggunakan scrub terlalu sering atau menggosok kulit terlalu kuat justru bisa mengganggu lapisan pelindung kulit. Akibatnya, ketiak bisa terasa kering, perih, kemerahan, bahkan semakin kasar.
American Academy of Dermatology (AAD) juga mengingatkan bahwa eksfoliasi yang dilakukan secara berlebihan bisa memperburuk kondisi kulit.
Kulit ketiak mengalami kekeringan
Sama seperti bagian tubuh lainnya, kulit ketiak juga membutuhkan kelembapan. Ketika kulit terlalu kering, permukaannya bisa terasa kasar, tertarik, bahkan terlihat bersisik.
Kondisi ini bisa diperparah oleh penggunaan sabun yang terlalu keras atau kebiasaan eksfoliasi tanpa diikuti pemakaian pelembap.
Gesekan pakaian dan aktivitas sehari-hari
Pernah memakai pakaian yang terlalu ketat sampai area ketiak terasa bergesekan? Kebiasaan ini ternyata juga bisa memengaruhi kondisi kulit.
Gesekan berulang dari pakaian maupun kontak antarkulit bisa memicu iritasi. Apalagi jika area tersebut sering berkeringat, kulit bisa semakin mudah terasa nggak nyaman.
Ada kondisi kulit tertentu
Tekstur ketiak yang kasar juga bisa berkaitan dengan kondisi kulit tertentu, seperti dermatitis kontak. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kering, gatal, kemerahan, dan meradang akibat paparan bahan yang memicu iritasi atau alergi.
Ada juga keratosis pilaris yang membuat permukaan kulit terasa seperti kulit ayam karena penumpukan keratin di sekitar folikel rambut. Namun, kondisi ini lebih umum ditemukan di lengan atas dan paha sehingga tekstur serupa di ketiak nggak bisa langsung dianggap sebagai keratosis pilaris.
Bagaimana cara merawat ketiak yang kasar?
Kalau ketiak masih terasa kasar, coba evaluasi lagi rutinitas perawatannya. Nggak perlu terus-menerus melakukan scrub karena kulit justru bisa membutuhkan waktu untuk pulih.
Gunakan sabun yang lembut, aplikasikan pelembap, dan hentikan sementara produk eksfoliasi jika kulit sedang terasa perih atau iritasi.
Jika keluhan disertai gatal, nyeri, kemerahan, atau nggak kunjung membaik, sebaiknya periksakan ke dokter kulit.
Jadi, ketiak kasar bukan berarti harus terus dieksfoliasi. Terkadang, yang dibutuhkan kulit justru perawatan lebih lembut agar kondisinya kembali nyaman.
Desi I.
(FIR)