Peneliti astronomi memantau lintasan Komet Neowise atau C/2020 F3 menggunakan teleskop di Imah Noong Observatorium, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, 23 Juli 2020.
Peneliti astronomi memantau lintasan Komet Neowise atau C/2020 F3 menggunakan teleskop di Imah Noong Observatorium, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, 23 Juli 2020.
Komet Neowise atau C/2020 F3 melintasi titik terdekat dengan Bumi pada 23 Juli 2020 pukul 09.41 WIB dengan jarak terdekat 103,5 juta kilometer dari Bumi.
Komet Neowise atau C/2020 F3 melintasi titik terdekat dengan Bumi pada 23 Juli 2020 pukul 09.41 WIB dengan jarak terdekat 103,5 juta kilometer dari Bumi.
Komet Neowise yang memiliki periode orbit yakni 6.800 tahun tersebut kini sudah cukup redup, pengamatan menggunakan binokuler, teleskop, atau kamera dengan kemampuan bukaan panjang sangat dianjurkan.
Komet Neowise yang memiliki periode orbit yakni 6.800 tahun tersebut kini sudah cukup redup, pengamatan menggunakan binokuler, teleskop, atau kamera dengan kemampuan bukaan panjang sangat dianjurkan.

Meneropong Komet Neowise

Teknologi antariksa
24 Juli 2020 08:37
Lembang: Komet Neowise atau C/2020 F3 melintasi titik terdekat dengan Bumi pada 23 Juli 2020 pukul 09.41 WIB dengan jarak terdekat 103,5 juta kilometer dari Bumi.

Komet Neowise yang memiliki periode orbit yakni 6.800 tahun tersebut bisa dilihat menggunakan kamera digital, binokular atau teleskop, hingga mata telanjang sampai akhir Juli mendatang.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan Komet Neowise dapat dilihat dengan baik setelah Maghrib hingga matahari tenggelam.

Komet C/2020 F3 sudah ada di atas horizon langit Indonesia pada malam hari sejak 20 Juli 2020.

Semakin lama, komet akan semakin meninggi posisinya saat senja sehingga durasi komet bisa diamati lebih panjang. Namun, kecerlangannya akan semakin meredup.

Saat ini, komet berada di daerah rasi bintang Ursa Mayor (rasi Biduk), sekitar arah barat laut saat senja di akhir Juli 2020.

Karena komet sudah cukup redup, pengamatan menggunakan binokuler, teleskop, atau kamera dengan kemampuan bukaan panjang sangat dianjurkan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif