NEWSTICKER
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan Masjid Istiqlal tidak menggelar ibadah Salat Jumat mulai Jumat, 20 Maret 2020 hingga dua Jumat ke depan, untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan Masjid Istiqlal tidak menggelar ibadah Salat Jumat mulai Jumat, 20 Maret 2020 hingga dua Jumat ke depan, untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).
Nazarudin dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Jumat, mengatakan alasan objektif meniadakan Salat Jumat dikarenakan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia untuk menghindari kerumunan guna mencegahnya penyebaran virus korona baru covid-19.
Nazarudin dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Jumat, mengatakan alasan objektif meniadakan Salat Jumat dikarenakan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia untuk menghindari kerumunan guna mencegahnya penyebaran virus korona baru covid-19.
Selain itu, Nazarudin juga mengatakan alasan lainnya sudah ada imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembatasan interaksi sosial dan juga imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan Salat Jumat berjamaah selama dua pekan.
Selain itu, Nazarudin juga mengatakan alasan lainnya sudah ada imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembatasan interaksi sosial dan juga imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan Salat Jumat berjamaah selama dua pekan.

Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat 2 Pekan

News Virus Korona
20 Maret 2020 10:58
Jakarta: Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan Masjid Istiqlal tidak menggelar ibadah Salat Jumat mulai Jumat, 20 Maret 2020 hingga dua Jumat ke depan, untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

Nazaruddin Umar memaparkan beberapa alasan untuk meniadakan Salat Jumat berjamaah di masjid dan menggantinya dengan Salat Zuhur masing-masing di rumah yang salah satunya adalah mencegah kemudaratan.
  
Nazarudin dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Jumat, mengatakan alasan objektif meniadakan Salat Jumat dikarenakan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia untuk menghindari kerumunan guna mencegahnya penyebaran virus korona baru covid-19.
  
Selain itu, Nazarudin juga mengatakan alasan lainnya sudah ada imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembatasan interaksi sosial dan juga imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan Salat Jumat berjamaah selama dua pekan. "Kita sebagai umat beragama tidak ada hal lain selain mengikuti ulama dan umara (pemerintah) kita," kata Nazarudin. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif