Sejumlah kendaraan melintas di jalan yang dipenuhi debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung, di Desa Sigarang-garang, Karo, Sumatera Utara, Sabtu, 8 Agustus 2020.
Sejumlah kendaraan melintas di jalan yang dipenuhi debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung, di Desa Sigarang-garang, Karo, Sumatera Utara, Sabtu, 8 Agustus 2020.
Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara terdampak erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter, Sabtu, 8 Agustus 2020 dini hari.
Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara terdampak erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter, Sabtu, 8 Agustus 2020 dini hari.
Erupsi kali ini merupakan yang pertama di masa pandemi covid-19 setelah yang terakhir pada 9 Juni 2019 dengan melontarkan abu vulkanik kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau 9.460 meter di atas permukaan laut.
Erupsi kali ini merupakan yang pertama di masa pandemi covid-19 setelah yang terakhir pada 9 Juni 2019 dengan melontarkan abu vulkanik kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau 9.460 meter di atas permukaan laut.

Empat Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Sinabung

News gunung sinabung
08 Agustus 2020 14:27
Medan: Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara terdampak erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter, Sabtu, 8 Agustus 2020 dini hari.

"Wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Simpang 4, dan Kecamatan Merdeka," kata petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Muhamad Nurul Assori.

Pihak Pos PVMBG mengimbau warga menggunakan masker atau pelindung diri agar tidak terpapar abu vulkanik. Warga juga diimbau tidak memasuki zona merah kawasan Sinabung karena masih tinggi aktivitas vulkanik gunung itu. "Imbauan warga apabila terdampak abu memakai masker dan pelindung diri," ujarnya.

Gunung Sinabung pada Sabtu, pukul 01.58 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak gunung itu atau kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut.

Erupsi kali ini merupakan yang pertama di masa pandemi covid-19 setelah yang terakhir pada 9 Juni 2019 dengan melontarkan abu vulkanik kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau 9.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif