Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Brigjen Richard Nainggolan (tengah) didampingi pejabat lainnya menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu di Kantor BNNP Kepulauan Riau (Kepri), Batam, Rabu, 11 November 2020. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Brigjen Richard Nainggolan (tengah) didampingi pejabat lainnya menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu di Kantor BNNP Kepulauan Riau (Kepri), Batam, Rabu, 11 November 2020. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
BNNP Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu asal Malaysia seberat 33 kilogram dan meringkus tiga orang tersangka. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
BNNP Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu asal Malaysia seberat 33 kilogram dan meringkus tiga orang tersangka. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus peredaran narkotika di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Rabu. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus peredaran narkotika di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Rabu. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap empat tersangka yang diduga merupakan jaringan narkotika lapas Pamekasan dan lapas Sampang atas kasus dugaan mengedarkan narkotika. Polisi juga menyita barang bukti sabu seberat 1,5 kilogram serta pil 'Double L' sebanyak 234.000 butir. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap empat tersangka yang diduga merupakan jaringan narkotika lapas Pamekasan dan lapas Sampang atas kasus dugaan mengedarkan narkotika. Polisi juga menyita barang bukti sabu seberat 1,5 kilogram serta pil 'Double L' sebanyak 234.000 butir. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Kepala BNNP Sulsel Brigjen Ghiri Prawijaya (kedua kanan) menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu di kantor BNNP Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan. BNNP Sulsel memusnahkan sabu seberat satu kilogram dan ganja seberat 900 gram. Barang haram tersebut merupakan hasil operasi pada 14 September 2020 di Kabupaten Sidrap dan mengamankan empat orang tersangka. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Kepala BNNP Sulsel Brigjen Ghiri Prawijaya (kedua kanan) menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu di kantor BNNP Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan. BNNP Sulsel memusnahkan sabu seberat satu kilogram dan ganja seberat 900 gram. Barang haram tersebut merupakan hasil operasi pada 14 September 2020 di Kabupaten Sidrap dan mengamankan empat orang tersangka. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Satgas counter transnational organized crime (CTOC) Polda Bali bersama Polresta Denpasar menangkap seorang warga negara Australia bernama Travis James Mcleod (43) dan dua tersangka WNI F X Welly (45) dan Ngurah Mayun (38) dengan barang bukti berupa 0,86 gram sabu-sabu dan olahan daun kratom yang diduga efeknya sejenis dengan narkotika. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Satgas counter transnational organized crime (CTOC) Polda Bali bersama Polresta Denpasar menangkap seorang warga negara Australia bernama Travis James Mcleod (43) dan dua tersangka WNI F X Welly (45) dan Ngurah Mayun (38) dengan barang bukti berupa 0,86 gram sabu-sabu dan olahan daun kratom yang diduga efeknya sejenis dengan narkotika. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Pengungkapan Peredaran Narkoba, dari Kepri Hingga Denpasar

News narkoba ganja sabu
12 November 2020 07:00
Jakarta: Aparat kepolisian berhasil mengungkap peredaran narkoba berbagai jenis di berbagai daerah. Di Kepulauan Riau, BNNP Provinsi Kepri berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu seberat 33 kilogram. Sementara petugas kepolisian Denpasar menangkap seorang warga negara Australia Kerobokan Kelod, Kuta Utara dengan barang bukti berupa 0,86 gram sabu.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dari Malaysia seberat 33 kilogram. Barang haram itu berasal dari Malaysia dan hendak dikirim ke Tembilahan, Riau.

Dalam kasus itu, BNNP Kepri menahan tiga orang tersangka, yaitu S seorang kurir, serta A dan I yang membantunya melancarkan pekerjaan.
 
"Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 174.245 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya narkoba," kata Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Sementara itu aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membekuk komplotan pemasok narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) jeni sabu ke wilayah Pulau Madura, Jawa Timur, serta menangkap empat pelaku di tempat berbeda.

"Dua pelaku di antaranya kami lumpuhkan kakinya dengan tembakan karena berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap," kata Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Heru Dwi Purnomo.

Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1,5 kilogram dan 234.000 butir pil koplo.

Di Sulawesi Selatan, BNNP Sulsel memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat satu kilogram dan ganja seberat 900 gram. Barang haram tersebut merupakan hasil operasi pada 14 September 2020 di Kabupaten Sidrap dan mengamankan empat orang tersangka.

Di tempat lain, Satgas counter transnational organized crime (CTOC) Polda Bali bersama Polresta Denpasar menangkap seorang warga negara Australia bernama Travis James Mcleod (43) dan dua tersangka WNI F X Welly (45) dan Ngurah Mayun (38) karena kepemilikan narkoba jenis sabu. 

Khusus untuk tersangka Australia tersebut juga diduga memiliki produksi 'home industri' (industri rumahan) ilegal.  

"Untuk kasus yang melibatkan WN Australia ini diduga melakukan 'home industri', dan ada permasalahan sedikit karena bahan hasil pemeriksaan labfor, bahan yang digunakan itu 'mitragyna speciose' yang belum diatur di Permenkes sebagai bahan berbahaya, untuk efek yang ditimbulkan sama seperti narkoba jenis lainnya yaitu sabu, dan hasis," kata Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan.

Ketiga tersangka tersebut disangkakan dengan Pasal 112 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. Serta Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif