Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (tengah) didampingi Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Fadil Imran (kanan) dan Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH) Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriyono menunjukkan foto satwa dilindungi yang telah diamankan saat gelar kasus perdagangan ilegal satwa dilindungi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (tengah) didampingi Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Fadil Imran (kanan) dan Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH) Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriyono menunjukkan foto satwa dilindungi yang telah diamankan saat gelar kasus perdagangan ilegal satwa dilindungi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri bersama Ditjen Gakkum KLHK dan lembaga pemerhati satwa (JAAN dan WCS) berhasil mengungkap jaringan perdagangan satwa dilindungi di Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara, Jawa Tengah dengan menangkap tiga tersangka MUA, AM, dan KG.
Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri bersama Ditjen Gakkum KLHK dan lembaga pemerhati satwa (JAAN dan WCS) berhasil mengungkap jaringan perdagangan satwa dilindungi di Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara, Jawa Tengah dengan menangkap tiga tersangka MUA, AM, dan KG.
Petugas juga mengamankan barang bukti sejumlah satwa dilindungi yakni lima ekor kanguru tanah/pelandu aru (Thylogale brunii), satu ekor beruang madu (Helarctos malayanus), 15 ekor burung tiong emas/beo (Gracula religiosa), dua ekor kakaktua jambul kuning (Cacatua sulphurea), dua ekor nuri kepala hitam (Lorius lory), dan satu ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata).
Petugas juga mengamankan barang bukti sejumlah satwa dilindungi yakni lima ekor kanguru tanah/pelandu aru (Thylogale brunii), satu ekor beruang madu (Helarctos malayanus), 15 ekor burung tiong emas/beo (Gracula religiosa), dua ekor kakaktua jambul kuning (Cacatua sulphurea), dua ekor nuri kepala hitam (Lorius lory), dan satu ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata).
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.

Tiga Tersangka Perdagangan Ilegal Satwa Langka Diringkus

News satwa langka
03 Juli 2019 16:05
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka dalam kasus tindak pidana menyimpan, memiliki, memelihara dan menjualbelikan satwa dilindungi dalam keadaan hidup. MI/Ramdani
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif