Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjen Bambang Priyambadha (tengah) menunjukkan barang bukti dan tersangka saat ungkap kasus peredaran narkotika di BNNP Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 18 Mei 2020.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjen Bambang Priyambadha (tengah) menunjukkan barang bukti dan tersangka saat ungkap kasus peredaran narkotika di BNNP Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 18 Mei 2020.
BNNP Jawa Timur menangkap empat tersangka atas kasus dugaan mengedarkan narkotika yang melibatkan pemain sepak bola dan mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sabu seberat lima kilogram dan sejumlah alat produksi sabu.
BNNP Jawa Timur menangkap empat tersangka atas kasus dugaan mengedarkan narkotika yang melibatkan pemain sepak bola dan mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sabu seberat lima kilogram dan sejumlah alat produksi sabu.
Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 129 huruf a dan huruf d juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.
Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 129 huruf a dan huruf d juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

BNNP Jatim Ringkus Sindikat Narkoba Libatkan Pesepakbola

News narkoba
19 Mei 2020 07:38
Surabaya: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengungkap sindikat industri narkoba jenis sabu yang melibatkan pemain sepak bola, di slah satu hotel di kawasan Sedati, Sidoarjo, Minggu, 17 Mei 2020.

Dalam kasus tersebut petugas meringkus empat tersangka di antaranya mantan pemain Persela Lamongan ESI, mantan Ketua Askot Jakarta Utara DAM, pemain Liga 2 PWHW MNC, dan seorang sopir NA.

Dari para tersangka petus menyita beberapa barang bukti, yaitu tujuh paket narkotika jenis methapetamine yang masing-masing diberi tanda sebagai berikut; 1.030 gram, 1.032 gram, 1.033 gram, 1.030 gram, 1.032 gram, 107 gram dan 55 gram. Berat total mencapai 5.319 gram bruto.

Kemudian disita juga dua kartu ATM, delapan ponsel, satu sepeda motor, dua mobil, empat kompor listrik, satu timbangan digital, dua jeriken Asetone 30 liter, dua botol HCL 5 liter, enam gelas ukur, beberapa tabung tupperware, panci kecil, keranjang plastik, lima galon campuran prekusor, dua termometer stick dan satu kertas lakmus ph indikator.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 129 huruf a dan huruf d juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif