Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir, di ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Gentasari, Kroya, Cilacap, Jateng.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir, di ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Gentasari, Kroya, Cilacap, Jateng.
Fenomena La Nina yang menyebabkan hujan deras selama dua hari terakhir, menngakibatkan banjir, tanah longsor, dan tanggul sungai jebol, di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan memaksa lebih dari 1000 KK mengungsi.
Fenomena La Nina yang menyebabkan hujan deras selama dua hari terakhir, menngakibatkan banjir, tanah longsor, dan tanggul sungai jebol, di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan memaksa lebih dari 1000 KK mengungsi.
Seorang ibu memasangkan masker kepada anaknya di lokasi pengungsian korban banjir di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Gentasari, Kroya, Cilacap, Jateng.
Seorang ibu memasangkan masker kepada anaknya di lokasi pengungsian korban banjir di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Gentasari, Kroya, Cilacap, Jateng.

Menengok Pengungsian Korban Banjir Cilacap

News bencana banjir
27 Oktober 2020 17:55
Cilacap: Hujan deras yang mengguyur selama dua hariĀ  terakhir, mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan tanggul sungai jebol, di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, Selasa, 27 Oktober 2020. Akibatnya lebih dari 1000 KK terpaksa mengungsi.

Banjir akibat dampak dari fenomena La Nina tersebut merendam ratusan rumah di delapan desa yang berada di dua kecamatan di Cilacap.

Menurut BPBD Kabupaten Cilacap, delapan desa yang terendam banjir meliputi Desa Sikampuh, Mujur, Mujur Lor, Gentasari, Buntu di Kecapatan Kroya, dan Desa Karangjati, Ketanggung, dan Nusajati di Kecamatan Sampang. ANTARA Foto/Idhad Zakaria


(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif