Takmir Masjid Al Mujahidin kamus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menemukan benda mencurigakan di salah satu loker sepatu wanita dalam masjid.
Takmir Masjid Al Mujahidin kamus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menemukan benda mencurigakan di salah satu loker sepatu wanita dalam masjid.
Ketua Harian Takmir Masjid Al Mujahidin, Riski Nugraha mengungkapkan, benda mencurigakan itu ditemukan pada Selasa, 11 Agustus 2020 sekitar pukul 09.00 WIB, saat takmir melakukan bersih-bersih masjid.
Ketua Harian Takmir Masjid Al Mujahidin, Riski Nugraha mengungkapkan, benda mencurigakan itu ditemukan pada Selasa, 11 Agustus 2020 sekitar pukul 09.00 WIB, saat takmir melakukan bersih-bersih masjid. "Ditemukan tas plastik warna hitam. Juga terdapat kertas yang bertuliskan ancaman 'BOM BILA TERIAK MELAWAN MELEDAK BERSAMA'," katanya.
Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mengatakan, Gegana berhasil mengurai rangkaian yang diantaranya rangkaian kabel dan timer atau jam digital. Namun tidak ditemukan bahan peledak.
Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mengatakan, Gegana berhasil mengurai rangkaian yang diantaranya rangkaian kabel dan timer atau jam digital. Namun tidak ditemukan bahan peledak. "Ini rangkaian kosong, tidak ada bahan peledaknya," katanya.

Benda Mencurigakan Ditemukan di Masjid Kampus UNY

News teror bom
11 Agustus 2020 14:30
Yogyakarta: Takmir Masjid Al Mujahidin kamus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menemukan benda mencurigakan di salah satu loker sepatu wanita dalam masjid.

Ketua Harian Takmir Masjid Al Mujahidin, Riski Nugraha mengungkapkan, benda mencurigakan itu ditemukan pada Selasa, 11 Agustus 2020 sekitar pukul 09.00 WIB, saat takmir melakukan bersih-bersih masjid. "Ditemukan tas plastik warna hitam. Juga terdapat kertas yang bertuliskan ancaman 'BOM BILA TERIAK MELAWAN MELEDAK BERSAMA'," katanya.

Menurut dia, benda mencurigakan itu berupa benda terbungkus kertas warna  coklat, kabel, dan timer/jam digital yang aktif menyala. "Akhirnya saya lapor ke keamanan kampus dan selanjutnya diteruskan ke polisi," tambahnya.

Polisi yang datang disusul kedatangan tim gegana Polda DIY untuk  melakukan pengamanan. Tim Gegana ini kemudian menguraikan benda mencurigakan tersebut dan memilah-milahkan ke dalam kantong-kantong plastik berlabel Bareskrim Polri.

Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mengatakan, Gegana berhasil mengurai rangkaian yang diantaranya rangkaian kabel dan timer atau jam digital. Namun tidak ditemukan bahan peledak. "Ini rangkaian kosong, tidak ada bahan peledaknya," katanya.

Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan di antaranya dengan mengumpulkan keterangan baik dari takmir masjid maupun dari masyarakat lainnya. "Kami dalami keterangan saksi dulu yang menemukan benda tersebut," ujarnya. MI/Agus Utantoro

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif