Seorang narapidana membaca pengumuman tentang pembebasan bersyarat dalam rangka pencegahan penyebaran wabah covid-19 di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Dumai di Dumai, Riau, Rabu, 1 April 2020.
Seorang narapidana membaca pengumuman tentang pembebasan bersyarat dalam rangka pencegahan penyebaran wabah covid-19 di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Dumai di Dumai, Riau, Rabu, 1 April 2020.
Sebanyak 21 narapidana, satu di antaranya anak di bawah umur di Rutan Kelas IIB Dumai dibebaskan dengan status asimilasi yang pembebasan bersyaratnya sudah jatuh tempo dua pertiga masa pidana.
Sebanyak 21 narapidana, satu di antaranya anak di bawah umur di Rutan Kelas IIB Dumai dibebaskan dengan status asimilasi yang pembebasan bersyaratnya sudah jatuh tempo dua pertiga masa pidana.
Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM akan membebaskan sekitar 30 ribu napi dan anak dari lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, serta lembaga pembinaan khusus anak (LPKA), terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.
Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM akan membebaskan sekitar 30 ribu napi dan anak dari lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, serta lembaga pembinaan khusus anak (LPKA), terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

Cegah Penyebaran Covid-19, 21 Napi Rutan Dumai Dibebaskan

News Virus Korona
01 April 2020 21:44
Dumai: Sebanyak 21 narapidana, satu di antaranya anak di bawah umur di Rutan Kelas IIB Dumai dibebaskan dengan status asimilasi yang pembebasan bersyaratnya sudah jatuh tempo dua pertiga masa pidana. 

Ini merupakan tahap awal pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah virus korona atau covid-19 di Kemenkumham. 

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM akan membebaskan sekitar 30 ribu napi dan anak dari lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, serta lembaga pembinaan khusus anak (LPKA), terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

Pembebasan 30 ribu napi dan anak tersebut dilakukan setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

Dalam kepmen yang ditandatangani Yasonna, Senin, 30 Maret 2020, diterangkan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan diterbitkannya kebijakan tersebut, di antaranya lembaga pemasyarakatan, LPKA, dan rumah tahanan negara merupakan institusi tertutup yang memiliki tingkat hunian tinggi sehingga sangat rentan terhadap penyebaran dan penularan covid-19. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif