Siklus hidup ikan bilih dimulai dari danau, lalu naik ke sungai untuk bereproduksi, dan anak-anak ikan dari telur yang telah dibuahi akan kembali ke danau. Satu ekor ikan bilih bisa bertelur sampai 5.000 butir, dan daya tetasnya hingga 90 persen.
Siklus hidup ikan bilih dimulai dari danau, lalu naik ke sungai untuk bereproduksi, dan anak-anak ikan dari telur yang telah dibuahi akan kembali ke danau. Satu ekor ikan bilih bisa bertelur sampai 5.000 butir, dan daya tetasnya hingga 90 persen.
Meski daya tetas tinggi, populasi ikan bilih tetap tergerus akibat minimnya aturan penangkapan, sehingga harga jualnya pun melonjak. Untuk bilih mentah di kawasan Danau Singkarak harganya dapat mencapai Rp120 ribu per kilogram, sedangkan yang bilih goreng mencapai Rp400 ribu per kilogram.
Meski daya tetas tinggi, populasi ikan bilih tetap tergerus akibat minimnya aturan penangkapan, sehingga harga jualnya pun melonjak. Untuk bilih mentah di kawasan Danau Singkarak harganya dapat mencapai Rp120 ribu per kilogram, sedangkan yang bilih goreng mencapai Rp400 ribu per kilogram.
Warga Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, sejak dulu sudah melestarikan ikan bilih dan menjadi kearifan lokal dengan membuat sejumlah peraturan bagi nelayan, seperti tidak boleh menggunakan 'putas', setrum, menggunakan jaring 'langli' (pukat) bahkan tidak ada yang memasang bagan yang mampu menangkap anak-anak ikan bilih.
Warga Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, sejak dulu sudah melestarikan ikan bilih dan menjadi kearifan lokal dengan membuat sejumlah peraturan bagi nelayan, seperti tidak boleh menggunakan 'putas', setrum, menggunakan jaring 'langli' (pukat) bahkan tidak ada yang memasang bagan yang mampu menangkap anak-anak ikan bilih.
Namun dengan berkurangnya populasi ikan bilih secara drastis, Nagari Sumpu menambah peraturan di daerah mereka, yakni melarang warga luar Nagari Sumpu melakukan penangkapan ikan di sepanjang Batang Sumpu dengan cara atau alat apapun. Bagi yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Namun dengan berkurangnya populasi ikan bilih secara drastis, Nagari Sumpu menambah peraturan di daerah mereka, yakni melarang warga luar Nagari Sumpu melakukan penangkapan ikan di sepanjang Batang Sumpu dengan cara atau alat apapun. Bagi yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Di Nagari Sumpu, ikan bilih sekarang susah didapat. Dalam sekali menjala, nelayan hanya mendapat 3-4 ekor. Akibatnya, banyak dari mereka yang beralih profesi
Di Nagari Sumpu, ikan bilih sekarang susah didapat. Dalam sekali menjala, nelayan hanya mendapat 3-4 ekor. Akibatnya, banyak dari mereka yang beralih profesi
Nelayan yang tersisa mengaku, kini lebih banyak ikan nila di danau. Daripada menangkap bilih yang hanya sedikit, mereka memilih berfokus untuk menangkap ikan nila.
Nelayan yang tersisa mengaku, kini lebih banyak ikan nila di danau. Daripada menangkap bilih yang hanya sedikit, mereka memilih berfokus untuk menangkap ikan nila.
Seandainya daerah selingkar Danau Singkarak memberlakukan peraturan yang sama, dipastikan populasi ikan bilih dapat terjaga. Namun sekarang hanya Nagari Sumpu yang menegakkan peraturan tersebut sehingga perlindungan ikan bersisik perak itu tidak maksimal.
Seandainya daerah selingkar Danau Singkarak memberlakukan peraturan yang sama, dipastikan populasi ikan bilih dapat terjaga. Namun sekarang hanya Nagari Sumpu yang menegakkan peraturan tersebut sehingga perlindungan ikan bersisik perak itu tidak maksimal.

Upaya Warga Nagari Sumpu Menjaga Populasi Ikan Bilih

News ikan
23 November 2018 12:48
Tanah Datar: Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), merupakan ikan endemik Danau Singkarak yang berukuran sekitar 6-12 sentimeter. Ikan tersebut hanya dapat ditemui di selingkar Danau Singkarak, yang berada di dua kabupaten, yakni Solok dan Tanah Datar. Antara Foto/Iggoy el Fitra
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif