Dirut RSUP Dr Sardjito, Rukmono (kiri) menampung nafas untuk diuji dengan alat tes cepat COVID-19 melalui hembusan nafas yang diberi nama GeNose hasil inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta saat peluncuran dimulainya penelitian GeNose di RSUP Dr. Sardjito, Sleman, D.I Yogyakarta.
Dirut RSUP Dr Sardjito, Rukmono (kiri) menampung nafas untuk diuji dengan alat tes cepat COVID-19 melalui hembusan nafas yang diberi nama GeNose hasil inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta saat peluncuran dimulainya penelitian GeNose di RSUP Dr. Sardjito, Sleman, D.I Yogyakarta.
Saat ini UGM dan RSUP Dr. Sardjito melakukan kerja sama uji diagnosis GeNose yang diklaim memiliki tingkat akurasi sekitar 95 persen.
Saat ini UGM dan RSUP Dr. Sardjito melakukan kerja sama uji diagnosis GeNose yang diklaim memiliki tingkat akurasi sekitar 95 persen.

UGM Uji Diagnostik Alat Deteksi Covid-19 Lewat Hembusan Nafas

News virus corona covid-19
26 Oktober 2020 15:10
Yogyakarta: Alat deteksi corona lewat embusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu GeNose terus berprogres. Teknologi Pengendus Covid-19 ini saat ini memasuki tahap uji diagnostik.

Peneliti GeNose, dr Dian Kesumapramudya Nurputra menjelaskan target uji diagnostik ini bisa tercapai dalam waktu 3 pekan dengan kerjasama 9 rumah sakit. Nantinya, setiap subjek diambil 2 kali sampel nafas.

"Uji diagnostik ini targetnya 3 minggu selesai dengan 9 rumah sakit. Kalau misalnya setiap rumah sakit mengumpulkan 200 subjek dengan pengambilan 2 kali sampel nafas menjadi 400 sampel nafas dalam waktu tiga minggu bisa tercapai," kata dr Dian usai acara Kick Off Uji Deagnostik GeNose di RSUP Dr Sardjito, Senin, 26 Oktober 2020.

Adapun 9 rumah sakit yang menyatakan bersedia untuk ikut dalam uji diagnostik ini meliputi RSUP Dr Sardjito, RSPAU Hardjolukito, RS Bhayangkara, RSLKC Bambanglipuro, RSA UGM, RST Soetarto. Kemudian beberapa rumah sakit di luar DIY meliputi RST Dr Soedjono (Magelang), RSUD Syaiful Anwar (Malang), dan RS Bhayangkara (Jakarta).

Menurut dr Dian, dalam uji diagnostik ini pihaknya menguji mesin dengan kondisi sekarang apakah bisa atau tidak mendeteksi Covid-19. Tentu hasilnya akan dibamdingkan dengan uji swab PCR.

Ia menjelaskan, untuk bisa dikatakan setara dengan uji PCR, maka sensitivitas mesin harus berada di atas 97 persen. ANTARA Foto/Andreas Fitri Atmoko

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif