Warga Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela bergotong royong memikul trafo PLN demi program Presiden Joko Widodo, Indonesia terang yang menerangi daerah tertinggal yang berada di wilayah kepulauan itu.
Warga Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela bergotong royong memikul trafo PLN demi program Presiden Joko Widodo, Indonesia terang yang menerangi daerah tertinggal yang berada di wilayah kepulauan itu.
Untuk satu buah alat trafo PLN, ada sekitar 20 orang warga Desa Nitung Lea yang memikul alat tersebut.
Untuk satu buah alat trafo PLN, ada sekitar 20 orang warga Desa Nitung Lea yang memikul alat tersebut.
Alat yang digunakan untuk memikul trafo PLN itu menggunakan bambu. Bobot berat alat travo itu diperkirakan satu ton. Mengingat untuk menuju ke lokasi tersebut tidak bisa menggunakan kendaraan.
Alat yang digunakan untuk memikul trafo PLN itu menggunakan bambu. Bobot berat alat travo itu diperkirakan satu ton. Mengingat untuk menuju ke lokasi tersebut tidak bisa menggunakan kendaraan.
Jarak yang ditempuh untuk memindahkan trafo ke lokasinya itu sekitar dua kilometer.
Jarak yang ditempuh untuk memindahkan trafo ke lokasinya itu sekitar dua kilometer.

Warga Desa Nitung Lea Gotong Royong Pikul Trafo PLN

News PLN presiden jokowi program indonesia terang NTT
19 November 2020 12:54
Sikka: Warga Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela bergotong royong memikul trafo PLN demi program Presiden Joko Widodo, Indonesia terang yang menerangi daerah tertinggal yang berada di wilayah kepulauan itu.

Untuk satu buah alat trafo PLN, ada sekitar 20 orang warga Desa Nitung Lea yang memikul alat tersebut.

Alat yang digunakan untuk memikul trafo PLN itu menggunakan bambu. Bobot berat alat travo itu diperkirakan satu ton. Mengingat untuk menuju ke lokasi tersebut tidak bisa menggunakan kendaraan.

Jarak yang ditempuh untuk memindahkan trafo ke lokasinya itu sekitar dua kilometer.

Jika dipikir dengan akal sehat, kegiatan ini sepertinya mustahil dengan mengandalkan tenaga manusia. Namun, dengan semangat gotong royong yang menjadi filosofi warga setempat, proses mengangkat dan memindahkan alat trafo milik PLN bisa dilakukan dengan melewati beberapa rintangan seperti jalannya mendaki dan melewati jembatan yang terbuat dari bambu.

Awalnya, satu buah alat trafo PLN tersebut diikat dengan beberapa bambu yang berukuran panjang. Bambu tersebut menjadi alat bantu mengangkat trafo tersebut.

Bambu tersebut dipikul secara bersama-sama untuk mempermudah mengangkat alat trafo ini menuju ke lokasi baru. Walaupun hanya berjarak 2 kilometer dari lokasi baru, proses angkat alat trafo ini terbilang sulit. Namun berkat kebersamaan alat trafo ini mudah dipikul.

Dengan kekompakan dan semangat gotong royong, warga Desa Nitung Lea akhirnya berhasil meletakkan alat trafo yang sudah dipersiapkan tempatnya.

Bukan saja alat trafo yang dipikul oleh warga Desa Nitung Lea, namun juga tiang listrik PLN yang berukuran 9-12 meter. Itupun juga dipikul secara bergotong royong. Yang mana satu tiang listrik bisa dipikul sekitar 20-25 orang. MI/Gabriel Langga

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif