Kelompok trail Kopassus berhasil menembus wilayah yang sulit terjangkau dan belum tersentuh bantuan pascaterjadinya gempa di Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 25 November 2022.
Kelompok trail Kopassus berhasil menembus wilayah yang sulit terjangkau dan belum tersentuh bantuan pascaterjadinya gempa di Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 25 November 2022.
Komandan Jendral Kopassus Mayor Jendral Iwan Setiawan memerintahkan langsung kepada jajaran prajurit Kopassus untuk dapat menjangkau dan menembus setiap jengkal wilayah yang berdampak pasca-terjadinya gempa bumi di wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Komandan Jendral Kopassus Mayor Jendral Iwan Setiawan memerintahkan langsung kepada jajaran prajurit Kopassus untuk dapat menjangkau dan menembus setiap jengkal wilayah yang berdampak pasca-terjadinya gempa bumi di wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Kehadiran Kopassus tersebut karena adanya informasi bahwa tidak meratanya distribusi bantuan selama ini, serta tidak tersentuhnya beberapa wilayah yang berada di pelosok Cianjur akibat akses jalan yang tidak memungkinkan untuk ditembus dengan kendaraan roda empat.
Kehadiran Kopassus tersebut karena adanya informasi bahwa tidak meratanya distribusi bantuan selama ini, serta tidak tersentuhnya beberapa wilayah yang berada di pelosok Cianjur akibat akses jalan yang tidak memungkinkan untuk ditembus dengan kendaraan roda empat.
Kelompok Trail Kopassus dipimpin oleh Mayor Inf Hendis Asies bergerak menggunakan 10 unit motor trail dengan dilengkapi bantuan berupa 30 karung beras, 20 dus mie instant, air mineral, perlengkapan bayi, terpal, susu, selimut, dan perlengkapan lainnya. Kelompok trail Kopassus juga membawa obat-obatan serta tim medis guna memberikan bantuan kesehatan kepada warga.
Kelompok Trail Kopassus dipimpin oleh Mayor Inf Hendis Asies bergerak menggunakan 10 unit motor trail dengan dilengkapi bantuan berupa 30 karung beras, 20 dus mie instant, air mineral, perlengkapan bayi, terpal, susu, selimut, dan perlengkapan lainnya. Kelompok trail Kopassus juga membawa obat-obatan serta tim medis guna memberikan bantuan kesehatan kepada warga.
Menempuh jarak sejauh kurang lebih 10km dari Posko Kopassus serta melewati jalanan yang rusak dan terjal, kelompok trail Kopassus menuju titik pertama yang berada di Kampung Ngalindung, Desa Ngalindung, Kecamatan Cugenang. Terdapat kurang lebih 600 jiwa berada di pengungsian tersebut dengan kondisi yang memprihatinkan.
Menempuh jarak sejauh kurang lebih 10km dari Posko Kopassus serta melewati jalanan yang rusak dan terjal, kelompok trail Kopassus menuju titik pertama yang berada di Kampung Ngalindung, Desa Ngalindung, Kecamatan Cugenang. Terdapat kurang lebih 600 jiwa berada di pengungsian tersebut dengan kondisi yang memprihatinkan.
Setelah dari Kampung Ngalindung, kelompok trail Kopassus melanjutkan perjalanan menunju Kampung Galudra untuk memberikan bantuan di pengungsian yang berada di kaki Gunung Gede. Menempuh perjalanan selama 5 km dari Kampung Ngalindung, Kelompok Trail Kopassus menerobos jalanan yang berbatu dan bergelombang.  Warga sangat berterima kasih dengan kehadiran Kopassus tersebut.
Setelah dari Kampung Ngalindung, kelompok trail Kopassus melanjutkan perjalanan menunju Kampung Galudra untuk memberikan bantuan di pengungsian yang berada di kaki Gunung Gede. Menempuh perjalanan selama 5 km dari Kampung Ngalindung, Kelompok Trail Kopassus menerobos jalanan yang berbatu dan bergelombang. Warga sangat berterima kasih dengan kehadiran Kopassus tersebut.

Foto: Trail Kopassus Tembus Pedalaman Cianjur

26 November 2022 20:59
Jakarta: Komandan Jendral Kopassus Mayor Jendral Iwan Setiawan memerintahkan langsung kepada jajaran prajurit Kopassus untuk dapat menjangkau dan menembus setiap jengkal wilayah yang berdampak pasca-terjadinya gempa bumi di wilayah Cianjur, Jawa Barat. 

Kehadiran Kopassus tersebut karena adanya informasi bahwa tidak meratanya distribusi bantuan selama ini, serta tidak tersentuhnya beberapa wilayah yang berada di pelosok Cianjur akibat akses jalan yang tidak memungkinkan untuk ditembus dengan kendaraan roda empat. 

Berangkat dari hal tersebut, Kopassus menyiapkan kelompok trail guna menembus keterbatasan yang dihadapi sehingga dapat dirasakan secara langsung dan nyata oleh para pengungsi yang terdampak di Cianjur. Kelompok trail Kopassus dilengkapi dengan bantuan yang nantinya akan diberikan kepada warga yang berada di pengungsian. 

Berasal dari informasi yang didapatkan bahwa terdapat 2 titik lokasi pengungsian yang berada di Desa Ngalindrung dan Desa Galundra yang belum pernah mendapatkan bantuan logistik maupun kesehatan. 

Kelompok Trail Kopassus dipimpin oleh Mayor Inf Hendis Asies bergerak menggunakan 10 unit motor trail dengan dilengkapi bantuan berupa 30 karung beras, 20 dus mie instant, air mineral, perlengkapan bayi, terpal, susu, selimut, dan perlengkapan lainnya. Kelompok trail Kopassus juga membawa obat-obatan serta tim medis guna memberikan bantuan kesehatan kepada warga. 

Menempuh jarak sejauh kurang lebih 10km dari Posko Kopassus serta melewati jalanan yang rusak dan terjal, kelompok trail Kopassus menuju titik pertama yang berada di Kampung Ngalindung, Desa Ngalindung, Kecamatan Cugenang. Terdapat kurang lebih 600 jiwa berada di pengungsian tersebut dengan kondisi yang memprihatinkan. 

Disamping logistik yang terbatas, kondisi warga di pengungsian tersebut juga banyak yang sakit. "Alhamdulillah dengan adanya pasukan Kopassus yang hadir sehingga kami bisa mendapatkan logistik yang selama ini memang belum ada bantuan yang datang ke pos kami. Terdapat 2 ibu yang sedang hamil dalam kondisi sakit juga sudah diobati oleh dokter dari Kopassus," ujar Cecep selaku Ketua RT sebagai penanggung jawab di posko tersebut. 

Setelah dari Kampung Ngalindung, kelompok trail Kopassus melanjutkan perjalanan menunju Kampung Galudra untuk memberikan bantuan di pengungsian yang berada di kaki Gunung Gede. Menempuh perjalanan selama 5 km dari Kampung Ngalindung, Kelompok Trail Kopassus menerobos jalanan yang berbatu dan bergelombang. 

Sesampainya di lokasi, prajurit Kopassus disambut dengan sangat hangat oleh kurang lebih 700 jiwa yang berada di pengungsian tersebut. "Terimakasih kepada Bapak Kopassus yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Saat ini memang stock beras kami sudah sangat tipis, sehingga kami menggunakan kentang sebagai pengganti nasi. Namun dengan hadirnya Kopassus saat ini, kami bisa mengkonsumsi makanan bergizi," ucap Cecep selaku Ketua RT 02 sebagai penanggung jawab posko. 

Cecep juga menyampaikan bahwa posisi posko yang berada di atas, jauh dari kota, kondisi jalanan yang rusak dan sulit dilewati bahkan untuk motor menjadi penyebab penampungan mereka tidak pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Cecep juga berharap dengan adanya aksi dari Kopassus tersebut bisa menggerakkan instansi lain untuk membantu masyarakat terdampak yang berada di Kampung Galudra. 

Setelah dari Kampung Ngalindung dan Kampung Galudra, kelompok trail Kopassus akan terus menerobos wilayah-wilayah yang khususnya sulit dijamah dan belum mendapatkan bantuan apapun. Terlebih posko yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan sangat sulit dilalui. 

Harapannya, kehadiran Kopassus dapat selalu melekat di tengah-tengah warga serta menjadi solusi untuk kesulitan yang dirasakan warga terdampak di Cianjur. Dok.Kopassus

(WWD)

News Kopassus gempa Gempa Bumi Gempa Cianjur Jawa Barat

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif