Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melambaikan tangan sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melambaikan tangan sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.
Said Didu diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Said Didu diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Sebelumnya, Said Didu tidak memenuhi panggilan polisi. Pada panggilan pertama, Senin, 4 Mei 2020, Said tak memenuhinya dengan alasan mematuhi kebijakan PSBB. Pada panggilan kedua, Senin, 11 Mei 2020, Said kembali 'absen' dan meminta penyidik memeriksa di kediamannya.
Sebelumnya, Said Didu tidak memenuhi panggilan polisi. Pada panggilan pertama, Senin, 4 Mei 2020, Said tak memenuhinya dengan alasan mematuhi kebijakan PSBB. Pada panggilan kedua, Senin, 11 Mei 2020, Said kembali 'absen' dan meminta penyidik memeriksa di kediamannya.

Said Didu Diperiksa Bareskrim Polri

News pencemaran nama baik
15 Mei 2020 13:42
Jakarta: Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.

Said Didu diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebelumnya, Said Didu tidak memenuhi panggilan polisi. Pada panggilan pertama, Senin, 4 Mei 2020, Said tak memenuhinya dengan alasan mematuhi kebijakan PSBB. Pada panggilan kedua, Senin, 11 Mei 2020, Said kembali 'absen' dan meminta penyidik memeriksa di kediamannya. 

Said Didu dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut membawa Said Didu ke jalur hukum karena tidak terima dengan pernyataan Said Didu dalam sebuah wawancara melalui situs berbagi video, YouTube.

Luhut mengerahkan empat kuasa hukum yang akan memproses atau sebagai perwakilannya di kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut. Sementara dari pihak Said Didu menunjuk seorang kuasa hukum purnawirawan, Letkol CPM (Purn) Helvis untuk memimpin ratusan advokat lainnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif