Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang perdana pemeriksaan berkas memori PK di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Kamis, 10 Januari 2019.
Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang perdana pemeriksaan berkas memori PK di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Kamis, 10 Januari 2019.
Baiq Nuril optimis alasan pengajuan PK terkait pasal kekhilafan atau kekeliruan hakim Mahkamah Agung dalam memberikan putusan kasasinya akan diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram.
Baiq Nuril optimis alasan pengajuan PK terkait pasal kekhilafan atau kekeliruan hakim Mahkamah Agung dalam memberikan putusan kasasinya akan diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram.
Sebelumnya, dalam putusan sidang kasasi pada 26 September 2018 lalu, Baiq Nuril dijatuhi vonis hukuman selama enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Vonis tersebut sesuai dengan pelanggaran Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, dalam putusan sidang kasasi pada 26 September 2018 lalu, Baiq Nuril dijatuhi vonis hukuman selama enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Vonis tersebut sesuai dengan pelanggaran Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baiq Nuril Jalani Sidang PK Perdana

News undang-undang ite
10 Januari 2019 16:02
Mataram: Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, menggelar sidang perdana pemeriksaan berkas memori Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Baiq Nuril menyatakan yakin tidak bersalah dan bebas dari hukuman. Antara Foto/Dhimas B. Pratama
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif