Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi (kedua kiri) bersama Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Safuadi (kiri) membuka salah satu barang bukti narkoba jenis sabu yang dikemas dalam bungkus teh saat gelar kasus di Banda Aceh, Aceh, Senin, 27 Juli 2020.
Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi (kedua kiri) bersama Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Safuadi (kiri) membuka salah satu barang bukti narkoba jenis sabu yang dikemas dalam bungkus teh saat gelar kasus di Banda Aceh, Aceh, Senin, 27 Juli 2020.
Tim gabungan Polda Aceh bersama Bea Cukai menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dari jaringan internasional yang diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut menggunakan kapal nelayan di perairan Lhokseumawe, Aceh Utara. Petugas juga mengamankan empat tersangka beserta barang bukti sabu sebanyak 33 bungkus dengan total seberat 33 kilogram.
Tim gabungan Polda Aceh bersama Bea Cukai menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dari jaringan internasional yang diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut menggunakan kapal nelayan di perairan Lhokseumawe, Aceh Utara. Petugas juga mengamankan empat tersangka beserta barang bukti sabu sebanyak 33 bungkus dengan total seberat 33 kilogram.

Polda-Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyeludupan 33 Kg Sabu

News sabu
27 Juli 2020 14:00
Banda Aceh: Tim gabungan Polda Aceh dan Bea Cukai Kantor Wilayah Aceh menggagalkan penyelundupan sebanyak 33 kilogram narkoba jenis sabu serta menangkap empat tersangka.

Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi didampingi Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Safuadi di Banda Aceh, Senin, 27 Juli 2020 mengatakan empat tersangka tersebut merupakan jaringan narkoba internasional.

Wakapolda Aceh menyebutkan para tersangka berinisial IR (43), SB (47), IY (39), dan FR (29), merupakan warga Kabupaten Aceh Timur. "Keempat tersangka ditangkap di kawasan Aceh Utara. Dari para tersangka turut diamankan 33 bungkusan teh berisi sabu. Per bungkusnya dengan berat satu kilogram," kata Raden Purwadi.

Penangkapan berawal dari informasi adanya transaksi sabu di wilayah Aceh Utara. Dari informasi tersebut tim gabung menangkap tersangka IR, SB, dan IY di kawasan Syamtalira, Aceh Utara, Minggu, 19 Juli sekitar pukul 20.30.

"Dalam penangkapan tersebut turut diamankan dua karung berisi 33 bungkus teh diduga berisi sabu dengan berat keseluruhan mencapai 33 kilogram," kata Raden Purwadi.

Berdasarkan pemeriksaan ketiga tersangka, tim Polda Aceh kemudian menangkap tersangka FL di Keude Lhoknibong, Aceh Utara. Tersangka FL sebagai pemesan sabu. Sedangkan tiga tersangka lainnya sebagai kurir mengantarkan barang terlarang tersebut ke Sumatera Utara.

Wakapolda Aceh mengatakan para tersangka mengaku menerima upah mengantarkan sabu ke wilayah Sumatera Utara sebesar Rp5 juta per kilogram. Sabu tersebut diambil dari Malaysia yang dikirim dengan kapal melalui perairan Aceh.

"Kami dihubungi seseorang bernama Agam untuk membawa sabu ke Sumatera Utara. Semuanya ada 83 kilogram. Yang 50 kilogram lagi kami tidak tahu di mana," kata seorang tersangka IR.

Kini, tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolda Aceh. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 133 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup. ANTARA FOTO/Ampelsa

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif