Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Awi Setyono (tengah) bersama Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigjen Slamet Uliandi (kiri) dan Kepala Departemen Penyidik Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Tobing menunjukkan barang bukti dugaan penyebaran berita bohong tentang kondisi perbankan nasional di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Awi Setyono (tengah) bersama Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigjen Slamet Uliandi (kiri) dan Kepala Departemen Penyidik Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Tobing menunjukkan barang bukti dugaan penyebaran berita bohong tentang kondisi perbankan nasional di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.
Bareskrim Polri menangkap dua orang berinisial IS dan AY terkait penyebaran berita bohong melalui media sosial tentang kondisi perbankan nasional dan ajakan penarikan dana perbankan secara massal.
Bareskrim Polri menangkap dua orang berinisial IS dan AY terkait penyebaran berita bohong melalui media sosial tentang kondisi perbankan nasional dan ajakan penarikan dana perbankan secara massal.
Kedua tersangka membuat posting-an di Twitter dengan kalimat 'Yg punya simpenan di Bukopin, BTN, Mayapada buruan ambil (klo bisa semuanya)..!!!! Daripada amsyong....'.
Kedua tersangka membuat posting-an di Twitter dengan kalimat 'Yg punya simpenan di Bukopin, BTN, Mayapada buruan ambil (klo bisa semuanya)..!!!! Daripada amsyong....'.
Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 45 juncto Pasal 27 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 45 juncto Pasal 27 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

2 Penyebar Hoax Ajak Tarik Dana dari Bank Diringkus Polisi

News hoax
03 Juli 2020 16:48
Jakarta: Bareskrim Polri menangkap dua orang berinisial IS dan AY terkait penyebaran berita bohong melalui media sosial tentang kondisi perbankan nasional dan ajakan penarikan dana perbankan secara massal. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Bareskrim Polri menangkap dua tersangka penyebaran berita bohong (hoax) yang provokatif tentang kondisi perbankan di Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2020.

Kedua tersangka membuat posting-an di Twitter dengan kalimat 'Yg punya simpenan di Bukopin, BTN, Mayapada buruan ambil (klo bisa semuanya)..!!!! Daripada amsyong....'.

Polisi menegaskan apa yang dicuitkan kedua tersangka tidak benar.
"Bahwa beberapa bank yang telah disebutkan oleh para pelaku tidak mengalami permasalahan perbankan atau likuidasi," ujar Awi.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa smartphone dan SIM card yang digunakan pelaku untuk menyebarkan berita bohong tersebut.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 45 juncto Pasal 27 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif